KETIK, SERANG – Gubernur Banten Andra Soni memastikan Pemerintah Provinsi Banten terus mengawal proses penanganan terhadap seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kampung Ketileng, Kelurahan Teritih, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Atilah, yang meminta bantuan untuk dipulangkan dari Arab Saudi.
Hal itu disampaikan Andra Soni usai menggelar rapat koordinasi bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Banten, serta Analis Hukum BP3MI Banten di Ruang Kerja Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Selasa 22 Juli 2026.
Andra mengatakan, langkah pertama yang dilakukan pemerintah adalah memastikan keberadaan Atilah agar proses penanganan dapat dilakukan secara tepat.
"Yang pertama adalah saudara kita ini telah menyampaikan permohonan untuk dibantu. Kendala yang kita hadapi, beliau berangkat tidak melalui prosedur resmi. Namun, bukan berarti kita tidak bisa melacak keberadaannya. Kita memiliki perangkat dan perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri yang dapat membantu proses tersebut," kata Andra kepada wartawan.
Menurutnya, pemerintah akan mengedepankan aspek kemanusiaan dalam menangani persoalan tersebut.
Karena itu, seluruh pihak terkait diminta bergerak cepat melakukan koordinasi untuk memastikan kondisi Atilah sekaligus mempersiapkan langkah pemulangannya.
"Yang kita harapkan sekarang adalah tindak lanjut secara teknis. Pertama, kita harus mendapatkan informasi mengenai posisi terakhir beliau berada. Kedua, bagaimana langkah penyelamatan dan proses pemulangannya dapat segera dilakukan. Saya yakin semua pihak memiliki niat yang sama, yaitu membantu agar persoalan ini bisa segera diselesaikan," ujarnya.
Andra mengungkapkan, hasil koordinasi dengan BP3MI Banten menunjukkan perkembangan yang positif. Petugas BP3MI telah berhasil berkomunikasi langsung dengan Atilah melalui sambungan WhatsApp sehingga kondisi dan lokasi yang bersangkutan mulai diketahui.
"Saya baru saja berkoordinasi dengan BP3MI Banten terkait Ibu Atilah. Alhamdulillah, komunikasi melalui WhatsApp sudah tersambung. Informasi sementara, posisi beliau berada sekitar enam jam perjalanan dari Riyadh. Dari hasil koordinasi itu, kami langsung menyusun langkah-langkah tindak lanjut bersama," ungkapnya.
Pemerintah Provinsi Banten, lanjut Andra, juga telah meminta BP3MI untuk segera berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh agar proses perlindungan dan pemulangan Atilah dapat dipercepat.
"Sesegera mungkin kami berkoordinasi dengan KBRI di Riyadh untuk menindaklanjuti permasalahan yang sedang dihadapi Ibu Atilah. Pemerintah akan terus mengawal proses ini sampai ada kepastian beliau dapat kembali ke Indonesia," katanya.
Andra menambahkan, berdasarkan informasi terbaru yang diterima dari KBRI, perkembangan penanganan terhadap Atilah menunjukkan hasil yang menggembirakan.
"Alhamdulillah, informasi terbaru yang kami terima, staf KBRI telah menghubungi majikan Ibu Atilah. Dari komunikasi tersebut diperoleh komitmen bahwa beliau akan dipulangkan pada akhir bulan ini. Tentu ini menjadi kabar baik yang patut kita syukuri, dan kami akan terus mengawal hingga proses pemulangannya benar-benar terlaksana," pungkasnya.(*)
