Humas Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo Jadikan Jurnalistik Sebagai Media Dakwah

1 Juli 2026 10:00 1 Jul 2026 10:00

Ponirin, Gumilang

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Humas Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo Jadikan Jurnalistik Sebagai Media Dakwah

Bincang santai kejurnalistikan Humas Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo (Foto: Ponirin Mika/Ketik.co.id)

KETIK, PROBOLINGGO – Humas Pondok Pesantren Nurul Jadid kembali menegaskan komitmennya menjadikan berita jurnalistik sebagai salah satu sarana dakwah kepada masyarakat. Penegasan itu mengemuka dalam kegiatan bincang kehumasan yang digelar di ruang rapat pesantren pada hari ini, Rabu, 1 Juli 2026.

Kegiatan tersebut mempertemukan tim Humas Pesantren Nurul Jadid dengan jajaran humas lembaga-lembaga di bawah naungan pesantren. Forum ini menjadi ruang bersama untuk memperdalam pemahaman mengenai fungsi pemberitaan dan penyebaran informasi kepesantrenan kepada publik secara lebih luas.

Bincang kehumasan kali ini menghadirkan Muhammad Iqbal, wartawan Times Indonesia, sebagai narasumber. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan perspektif praktis sekaligus teknis mengenai kerja-kerja jurnalistik yang selama ini digeluti kalangan media profesional.

Kegiatan ini digagas atas dasar keresahan Humas Pesantren Nurul Jadid terhadap kondisi arus informasi yang belakangan marak beredar di tengah masyarakat. Keresahan itu muncul lantaran banyak informasi yang beredar tidak lagi mengedepankan nilai etik maupun kebenaran fakta.

Fenomena derasnya informasi yang minim verifikasi tersebut dinilai berpotensi menyesatkan opini publik apabila tidak diimbangi dengan pemberitaan yang bertanggung jawab.

Oleh karena itu, Humas Pesantren Nurul Jadid memandang penting adanya penguatan kapasitas kehumasan di lingkungan pesantren dan lembaga-lembaga di bawahnya.

Dalam kesempatan itu, Muhammad Iqbal memaparkan bahwa nilai sebuah berita tidak cukup diukur dari sekadar tersampaikannya informasi kepada khalayak. Lebih dari itu, sebuah pemberitaan idealnya juga memberikan dampak positif bagi masyarakat yang membacanya.

Iqbal menekankan bahwa dampak positif yang dimaksud tercermin dari fungsi edukatif berita. "Sebuah pemberitaan yang baik, menurutnya, harus mampu mendidik publik, bukan sekadar menjadi informasi yang berlalu tanpa makna," ucapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika jurnalistik dan akurasi fakta dalam setiap proses produksi berita, termasuk oleh humas pesantren maupun lembaga pendidikan.

"Prinsip ini dinilai relevan di tengah derasnya arus informasi yang sering kali mengabaikan aspek verifikasi," sebutnya.

Materi tersebut menjadi bekal penting bagi para pengelola humas lembaga di lingkungan Pesantren Nurul Jadid dalam menjalankan tugas kehumasan sehari-hari.

Sebab, humas tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penjaga nama baik dan citra lembaga. Dalam forum ini, Humas Pesantren Nurul Jadid berharap setiap pemberitaan yang dihasilkan dapat menjadi sarana dakwah yang efektif. Pemberitaan yang mengedukasi dinilai sejalan dengan nilai-nilai yang selama ini dijunjung tinggi di lingkungan pesantren.

Selain itu, forum bincang kehumasan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan diskusi antarhumas lembaga di lingkungan Pesantren Nurul Jadid. Interaksi semacam ini dinilai penting untuk menyamakan visi dalam mengelola informasi kepesantrenan.

Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat pesantren tersebut berjalan dengan suasana diskusi yang aktif. Para peserta turut mengajukan sejumlah pertanyaan seputar teknik penulisan berita hingga strategi menghadapi arus informasi yang tidak akurat.

Dengan adanya kegiatan ini, Humas Pesantren Nurul Jadid berharap kualitas pemberitaan kepesantrenan semakin meningkat. Peningkatan kualitas tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat mengenai berbagai kegiatan di lingkungan pesantren.

Ke depan, forum bincang kehumasan semacam ini direncanakan akan terus digelar secara berkala. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kapasitas sumber daya kehumasan di lingkungan Pesantren Nurul Jadid.

Humas pesantren dan kalangan jurnalis profesional, diharapkan pemberitaan yang dihasilkan tidak hanya informatif, tetapi juga membawa manfaat dan edukasi positif bagi masyarakat luas.

Tombol Google News

Tags:

Humas Nurul Jadid media dakwah Paiton probolinggo