KETIK, PALEMBANG – Nasib apes dialami seorang mahasiswi asal Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, bernama Sesi Sulistia (19).
Usai mengambil uang untuk biaya kuliah, ia malah menjadi korban penjambretan di Jalan Bendungan, Kelurahan Sekip Jaya, Kecamatan Kemuning, Kota Palembang, Senin, 8 Juni 2026.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.46 WIB tersebut sempat terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi dan videonya beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman itu, korban terlihat berusaha mengejar pelaku yang melarikan diri menggunakan sepeda motor usai merampas tas miliknya.
Saat ditemui pada Selasa, 9 Juni 2026, Sesi mengaku baru saja mengambil uang transfer dari orang tuanya yang akan digunakan untuk kebutuhan kuliah.
"Saya habis mengambil uang transferan dari orang tua untuk biaya kuliah. Setelah itu mau membeli makan dan pulang," ujar Sesi.
Korban mengaku sempat merasa curiga karena ada seseorang yang diduga membuntutinya saat mengendarai sepeda motor.
"Saya sudah merasa seperti ada yang mengikuti dari belakang," katanya.
Korban penjambretan, Sesi Sulistia, saat menujukan laporan polisi, Selasa 9 Juni 2026. ( Foto : Yola/Ketik.com)
Kecurigaan tersebut terbukti ketika dirinya melintas di Jalan Bendungan. Pelaku yang mengendarai sepeda motor tiba-tiba mendekat dan menarik tas yang dibawa korban hingga talinya putus.
Di dalam tas tersebut terdapat uang tunai sebesar Rp1 juta yang baru saja diambil korban, kartu SIM, serta sejumlah dokumen penting lainnya.
"Uang tunai Rp1 juta ada di dalam tas, termasuk SIM dan surat-surat penting. Saya sempat mengejar sambil berteriak meminta tolong, tetapi tidak ada yang membantu," ungkapnya.
Meski sempat melakukan pengejaran, korban kehilangan jejak karena pelaku langsung memacu sepeda motor dengan kecepatan tinggi.
Sesi juga mengaku sempat memperhatikan ciri-ciri pelaku dan kendaraan yang digunakan saat menjalankan aksinya.
Menurutnya, pelaku diduga mengendarai sepeda motor Yamaha Aerox berwarna silver dengan nomor polisi BG 3785 IA.
"Pelakunya pakai motor Aerox warna silver, memakai jaket hoodie abu-abu dan topi. Dia tidak menggunakan helm," jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian berupa uang tunai dan sejumlah dokumen penting yang berada di dalam tasnya.
Kasus penjambretan itu telah dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumatera Selatan untuk ditindaklanjuti.
Korban berharap pelaku segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.
"Saya berharap pelakunya bisa segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya," tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri rekaman CCTV yang beredar untuk mengidentifikasi pelaku.(*)
