KETIK, PALEMBANG – Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Cik Ujang mengungkap fakta memprihatinkan terkait kondisi infrastruktur jalan di wilayahnya. Sejumlah ruas jalan provinsi yang rusak disebut telah memakan korban jiwa, sehingga membutuhkan penanganan segera dari pemerintah pusat.
Pernyataan tersebut disampaikan Cik Ujang saat mengajukan usulan pembangunan dan peningkatan infrastruktur melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (JD) Tahun Anggaran 2027 kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI, Apri Artoto, Selasa 3 Agustus 2026.
Menurut Cik Ujang, kerusakan jalan tidak lagi sekadar menghambat mobilitas masyarakat, tetapi telah menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan.
"Salah satu contoh yang masih menjadi perhatian adalah kecelakaan mobil Hiace di Kabupaten Musi Rawas yang mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia. Kondisi jalan harus menjadi perhatian serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang," ujarnya.
Atas arahan Gubernur Sumsel Herman Deru, kata Cik Ujang, Pemerintah Provinsi Sumsel datang membawa sejumlah usulan prioritas pembangunan jalan dan jembatan yang menjadi kewenangan provinsi.
"Sebagian memang sudah ditangani, namun masih banyak ruas jalan dan jembatan yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat melalui Inpres Jalan Daerah Tahun 2027," katanya.
Selain jalan rusak, Cik Ujang juga menyoroti kondisi jembatan di Kecamatan Merapi, Kabupaten Lahat, yang roboh akibat usia konstruksi yang telah melampaui 50 tahun.
Menurutnya, banyak jembatan tua di Sumsel yang kini memerlukan rehabilitasi maupun pembangunan ulang karena berpotensi membahayakan masyarakat.
"Kami berharap usulan ini dapat diteruskan kepada Bapak Menteri Pekerjaan Umum. Jembatan yang usianya sudah lebih dari 50 tahun harus segera mendapat penanganan agar tidak membahayakan masyarakat," tegasnya.
Ia juga meminta agar ruas-ruas jalan berlubang segera diperbaiki maupun diperlebar demi meningkatkan konektivitas antardaerah, memperlancar arus transportasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Sumsel.
Cik Ujang menyebut usulan yang dibawa Pemprov Sumsel mendapat respons positif dari Sekjen Kementerian PU. Menurutnya, proposal tersebut merupakan tindak lanjut atas berbagai aspirasi masyarakat yang selama ini mengeluhkan kondisi infrastruktur di berbagai daerah.
"Banyak aspirasi yang kami terima, baik dari anggota DPR, tokoh agama, maupun tokoh masyarakat. Semuanya berharap pembangunan dan perbaikan jalan serta jembatan di Sumsel dapat dipercepat," pungkasnya.(*)
