KETIK, SURABAYA – Para pencinta buku, khususnya di Surabaya, pasti sudah tidak asing dengan istilah Kampung Ilmu. Kampung Ilmu adalah pusat perbelanjaan buku bekas, maupun buku keluaran terbaru di sini. Kampung Ilmu berada di Jalan Semarang Surabaya.
Sama ikoniknya dengan Kwitang, sebuah pusat buku legendaris yang pernah dijadikan sebagai latar ikonik film Ada Apa Dengan Cinta, Kampung Ilmu juga memiliki cerita menarik.
Kampung Ilmu berdiri pada 7 April 2008. Pemerintah Kota Surabaya, para pedagang buku di Jalan Semarang, dan pecinta buku murah menjadi pemrakarsa berdirinya Kampung Ilmu.
Berawal dari Perda Kota Surabaya Nomor 17 Tahun 2003 tentang Penertiban PKL yang berdampak pada penggusuran para pedagang buku bekas. Pada awalnya, PKL tersebut menjual buku bekas di sepanjang trotoar Stasiun Pasar Turi, Jalan Semarang sejak 1975.
Namun, antusiasme dan minat masyarakat terhadap buku murah membuat para pedagang berusaha melakukan perlawanan dengan aksi damai. Mereka meminta tanda tangan masyarakat Surabaya yang berlalu-lalang di sepanjang Jalan Semarang sebagai persetujuan agar para pedagang tidak digusur.
Hal ini membuat para pedagang mendapatkan respons positif. Pemkot Surabaya akhirnya memutuskan merelokasi para pedagang ke Jalan Semarang. Dengan lahan seluas 2.500 meter persegi, Pemkot Surabaya menyulap Jalan Semarang menjadi sentra pedagang buku bekas. Padahal, awalnya Jalan Semarang merupakan tempat pembuangan sampah yang cukup kumuh. Namun kini, Jalan Semarang telah berubah menjadi tempat yang nyaman untuk berbelanja buku.
Nama Kampung Ilmu datang dari pemikiran faktor sosial, budaya, dan pendidikan. Dari aspek sosial, Kampung Ilmu menjadi tempat para pedagang mencari rezeki. Secara budaya, Kampung Ilmu menjadi tujuan masyarakat Surabaya untuk mencari buku murah. Secara pendidikan, Kampung Ilmu tentu menjual banyaknya buku yang merupakan jendela Ilmu.
Di Kampung Ilmu tidak hanya menyediakan buku pelajaran, tetapi semua jenis buku terdapat di sini. Bahkan terdapat majalah lawas, komik jadul, serta koran. Menariknya, Kampung Ilmu memiliki buku yang lengkap, mulai dari keluaran terbaru hingga buku keluaran lawas.
Selain buku, kawasan ini juga menjadi pusat grosir penjualan kardus baru ataupun bekas, karung goni, dan perlengkapan packing. (*)
