KETIK, SURABAYA – Di tengah menjamurnya pilihan kuliner di kawasan Rungkut Madya, Surabaya, Siomay Bang Mi’ing menjadi salah satu kuliner sederhana yang mampu mempertahankan eksistensinya selama lebih dari empat dekade.
Usaha yang berdiri sejak 1985 itu hingga kini masih ramai dikunjungi masyarakat sekitar, termasuk mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT). Siomay Bang Mi’ing berlokasi di Jalan Rungkut Madya dan buka setiap hari mulai pukul 16.00 WIB hingga 20.00 WIB.
Meski hanya berjualan sekitar empat jam, pembeli terus berdatangan, terutama menjelang sore. Istri Bang Mi’ing yang turut mengelola salah satu tempat berjualan mengatakan, pelanggan datang setiap hari dengan jumlah yang cukup ramai.
“Alhamdulillah setiap hari ramai, paling ramai biasanya jam 17.00 WIB,” ujar istri Bang Mi’ing.
Usaha tersebut hingga kini masih dikelola oleh generasi pertama. Bang Mi’ing memiliki dua tempat berjualan, dengan salah satunya dikelola langsung oleh istrinya, sementara tempat lainnya tetap berada dalam pengelolaan Bang Mi’ing.
Salah satu daya tarik Siomay Bang Mi’ing adalah harga yang relatif murah. Ketika pertama kali berjualan pada 1985, makanan yang ditawarkan dibanderol sekitar Rp1.000. Kini, sebagian besar menu dijual Rp1.500 per potong, sedangkan telur dibanderol Rp3.000.
Menu yang tersedia cukup beragam, mulai dari siomay, kentang, gorengan, pare, telur, hingga tepung berbentuk bulat yang di dalamnya berisi telur. Berbagai pilihan tersebut kemudian disajikan dengan bumbu kacang.
Papan penanda Siomay Bang Mi'ing di Jalan Rungkut Madya, Surabaya. Eksis sejak 1985, kuliner legendaris ini terus menjadi primadona warga sekitar dan mahasiswa UPNVJT berkat harganya yang ramah di kantong, yakni mulai Rp1.500 per potong. (Foto: Ketik.com)
Harga yang terjangkau membuat Siomay Bang Mi’ing cukup diminati mahasiswa UPNVJT. Selain murah, porsi yang diperoleh dinilai sesuai dengan kebutuhan mahasiswa yang ingin menikmati makanan dengan harga ramah di kantong.
“Siomaynya murah dan dapat banyak, rasanya juga lumayan enak, jadinya sesuai untuk budget mahasiswa,” ujar Tama, mahasiswa UPNVJT.
Pelanggan Siomay Bang Mi’ing tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa. Masyarakat yang tinggal di sekitar Jalan Rungkut Madya juga menjadi pelanggan kuliner tersebut.
Lokasinya yang berada di kawasan Rungkut Madya membuat Siomay Bang Mi’ing mudah dijangkau oleh warga maupun mahasiswa yang beraktivitas di sekitar UPNVJT.
Bertahan selama lebih dari 40 tahun di tengah semakin beragamnya pilihan kuliner menjadi perjalanan tersendiri bagi usaha tersebut. Harga yang terjangkau serta rasa yang tetap diminati pelanggan menjadi daya tarik yang dipertahankan hingga kini.
Dengan jam operasional setiap hari mulai pukul 16.00 WIB hingga 20.00 WIB, Siomay Bang Mi’ing menjadi salah satu pilihan kuliner sore bagi masyarakat Rungkut Madya, termasuk mahasiswa UPNVJT.
Sejak berdiri pada 1985, usaha tersebut telah melewati berbagai perubahan zaman dan kenaikan harga, tetapi tetap dikelola oleh generasi pertama. Ramainya pelanggan hingga saat ini menunjukkan bahwa kuliner sederhana masih memiliki tempat di tengah persaingan makanan yang semakin berkembang.
Siomay Bang Mi’ing pun menjadi salah satu kuliner yang turut mewarnai kehidupan masyarakat Rungkut Madya, dengan harga murah, pilihan menu beragam, serta cita rasa yang tetap diminati pelanggan.(*)
