Lantik 65 Kepala Sekolah, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Karakter Menuju Indonesia Emas 2045

5 Juni 2026 20:00 5 Jun 2026 20:00

Eko Bagus S., Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Lantik 65 Kepala Sekolah, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Karakter Menuju Indonesia Emas 2045

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (tengah) berpose mengepalkan tangan di dada bersama perwakilan dari 65 kepala sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB yang baru dilantik di Gedung Grahadi, Surabaya. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim/ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik 65 kepala sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu, 3 Juni 2026. Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Nomor 800/1856/204/2026 tentang pengangkatan guru menjadi kepala sekolah.

Dalam sambutannya, Khofifah mengucapkan selamat kepada para kepala sekolah yang baru dilantik sekaligus menekankan pentingnya peran mereka dalam meningkatkan mutu pendidikan di Jawa Timur.

Menurut Khofifah, berbagai capaian pendidikan yang diraih Jawa Timur merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, orang tua, hingga pemerintah daerah.

Ia menyebut Jawa Timur selama tujuh tahun berturut-turut menjadi provinsi dengan jumlah peserta didik terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP maupun SNBT. Pada 2026, sebanyak 29.046 siswa diterima melalui SNBP dan 24.213 siswa melalui SNBT.

"Bukan instan, melainkan hasil kerja keras dan dedikasi para guru, kepala sekolah, orang tua, serta seluruh pemangku kepentingan. Untuk itu, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh insan pendidikan Jawa Timur," ungkapnya.

Khofifah menegaskan bahwa kepala sekolah tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga berperan sebagai pemimpin perubahan yang menentukan arah kemajuan sekolah, membangun budaya belajar, dan membentuk karakter peserta didik.

"Kepala sekolah SMA/SMK merupakan ujung tombak yang menerjemahkan kebijakan pendidikan sekaligus layanan pendidikan sehingga dampaknya dirasakan peserta didik dan masyarakat," ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan generasi cerdas sekaligus berkarakter untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

"Inilah sebuah ekosistem pembelajaran yang tidak hanya menyiapkan anak pintar dengan sederet prestasi, tetapi ya pintar, ya benar dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Yang tentunya kita harapkan ilmunya manfaat barokah supaya menjadi amal jariyah kita semua," ungkapnya.

Khofifah berharap para kepala sekolah dapat menyiapkan generasi muda menghadapi bonus demografi dan mampu mengisi berbagai posisi strategis pada 2045.

Selain itu, ia meminta para kepala sekolah menghadirkan kepemimpinan yang visioner, adaptif, dan berorientasi masa depan.

"Saya berharap saudara sekalian mampu menghadirkan kepemimpinan yang visioner, adaptif dan berorientasi masa depan," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan bahwa dari 65 kepala sekolah yang dilantik, 30 orang merupakan promosi dari guru menjadi kepala sekolah, sedangkan 35 lainnya berasal dari mutasi dan rotasi.

Menurut Aries, seluruh kepala sekolah yang dilantik telah melalui proses seleksi, evaluasi, dan pendidikan calon kepala sekolah sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyerahkan PIN Jatim Cerdas dan piagam penghargaan kepada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo, Gresik, dan Mojokerto atas capaian jumlah siswa terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBT 2026. (*)

Tombol Google News

Tags:

pendidikan jatim Khofifah Indar Parawansa Kepala Sekolah Jatim Pemprov Jatim Indonesia Emas 2045