Kopi Jadi Komoditas Unggulan Agroforestri di Jatim, Gubernur Khofifah Pastikan Produk Dihasilkan Beri Nilai Lebih Besar Bagi Masyarakat

15 Juni 2026 16:03 15 Jun 2026 16:03

Fiqih Arfani

Wakil Pemimpin Redaksi
Thumbnail Kopi Jadi Komoditas Unggulan Agroforestri di Jatim, Gubernur Khofifah Pastikan Produk Dihasilkan Beri Nilai Lebih Besar Bagi Masyarakat

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kedua kanan) didampingi Kadishut Jatim Jumadi (kanan) saat minum kopi bersama di sela Jambore Perhutanan Sosial Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 di Alun-Alun Kabupaten Madiun pada Sabtu, 13 Juni 2026. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan salah satu komoditas unggulan agroforestri di Jawa Timur adalah kopi, yang sekitar 62 persennya didukung sektor perhutanan sosial.

“Kalau se-indonesia juga kira-kira 60 persenan support dari perhutanan sosial di sektor kopi. Kontribusi antar provinsi kira-kira 60 persen dari Jawa Timur," ujarnya pada Senin, 16 Juni 2026.

Menurut Khofifah, besarnya kontribusi kopi tersebut menunjukkan bahwa tantangan pengembangan perhutanan sosial saat ini bukan lagi sekadar meningkatkan produksi, melainkan memastikan produk yang dihasilkan mampu memberikan nilai tambah lebih besar bagi masyarakat.

Karena itu, kata dia, Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) tidak boleh berhenti sebagai penghasil bahan baku. Terlebih, motor utama penggerak KUPS adalah pengembangan agroforestri yang dijalankan oleh kelompok tani hutan dan KUPS di berbagai daerah.

KUPS harus didorong naik kelas melalui proses hilirisasi, mulai dari pengolahan pascapanen, peningkatan kualitas, pengemasan, penguatan merek, hingga perluasan akses pasar. "Nilai tambah itu ada pada hilirisasi. Jangan sampai yang dijual hanya raw material atau bahan mentahnya," katanya.

Menurut Khofifah, penguatan kemitraan menjadi kebutuhan penting agar kelompok tani hutan dan KUPS memperoleh akses pasar, teknologi, pendampingan perguruan tinggi serta peningkatan kualitas produk. 

"Kemitraan itu sangat penting. Karena itu kita mempertemukan KTH dan KUPS dengan berbagai mitra usaha. Kalau ada intervensi teknologi, pendampingan perguruan tinggi, dan kemitraan dengan dunia usaha maupun dunia industri, maka akan terbuka akses pasar, kualitas produk meningkat, dan hilirisasi bisa berjalan lebih cepat," tutur dia. (*)

Tombol Google News

Tags:

kadishut jatim Kopi Jatim Agroforestri Kopi Gubernur Khofifah Gubernur Jatim Info Jatim