Gubernur Khofifah Resmikan PT Sunrise Masami Internasional di Banyuwangi, Jadi Penguat Industri Substitusi Impor Berkualitas Global

3 Juli 2026 17:07 3 Jul 2026 17:07

Fiqih Arfani

Wakil Pemimpin Redaksi
Thumbnail Gubernur Khofifah Resmikan PT Sunrise Masami Internasional di Banyuwangi, Jadi Penguat Industri Substitusi Impor Berkualitas Global

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (tengah) di sela meninjau pabrik dan pengoperasian alat-alat industri penghasil kemasan logam di sela peresmian PT Sunrise Masami Internasional, di Kabupaten Banyuwangi pada Jumat, 3 Juli 2026. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, BANYUWANGI – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan pabrik dan pengoperasian alat-alat industri penghasil kemasan logam, PT Sunrise Masami Internasional, sekaligus melihat proses cetak dan laminasi kaleng di Kabupaten Banyuwangi pada Jumat, 3 Juli 2026.

“Hari ini ada harapan baru karena PT Sunrise Masami Internasional akan memperkuat industri substitusi impor, terutama pada produk industri kaleng yang selama ini masih diimpor,” ujarnya di sela peresmian.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah didampingi Direktur PT Sunrise Masami Internasional Aminoto, Marketing Director PT Pasifik Masami Indonesia Sherly Indrawati Aminoto Kho, Chairman Sunrise Group Eric Lam Wing Po, serta Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Kehadiran PT Sunrise Masami Indonesia, kata dia, menjadi langkah strategis memperkuat industri substitusi impor sehingga percepatan hilirisasi di berbagai sektor, termasuk perikanan, makanan dan minuman dapat dicapai.

"Industri substitusi impor ini sebetulnya program yang  sangat lama diinisiasi sejak awal orde baru. Ternyata tidak bisa bim salabim, tidak bisa dilakukan dalam waktu cepat, semua harus berproses, ikhtiar dan komitmen kuat,” ucap dia.

Kehadiran pabrik ini juga diharapkan akan mengangkat nilai jual produk perikanan, makanan dan minuman. "Sejak tahun 1992 saya selalu menyampaikan konsep petik, olah, kemas, jual. Nelayan memetik ikan dari laut, jangan langsung dijual karena nilai tambahnya kecil. Harus diolah, dikemas, baru dijual, bahkan diekspor,” tuturnya.

Gubernur juga mengapresiasi pabrik tersebut karena sebagian besar karyawan berasal dari Banyuwangi, kecuali operator berteknologi tinggi yang direkrut secara khusus. Menurutnya hal ini menjadi penguatan bagi penciptaan lapangan kerja di sekitar pabrik. 

Sementara itu, Direktur PT Sunrise Masami Internasional Aminoto yang sambutannya diwakili oleh Marketing Director PT Pasifik Masami Indonesia Sherly Indrawati Aminoto Kho mengatakan, pabrik tersebut berdiri atas kolaborasi untuk mewujudkan mimpi menjadikan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara sekaligus dunia.

"Hari ini bukan sekadar pembukaan sebuah fasilitas baru. Ini adalah kolaborasi untuk mewujudkan mimpi menjadikan Banyuwangi di Jawa Timur ini sebagai gerbang baru Nusantara dan dunia,” ujarnya.

“Banyuwangi memiliki potensi luar biasa, ada laut, gunung, kota, dan yang paling penting adalah sumber daya manusianya. Karena itu kami akan terus menghadirkan investor baru ke Banyuwangi," tambah dia.

Ia menjelaskan, pabrik tersebut dibangun melalui skema joint venture dengan Sunrise Group sebagai salah satu produsen kemasan logam terbesar di China yang memproduksi sekitar 13 miliar kaleng per tahun. Partnership itu dapat melahirkan pemasok berbagai merek global seperti Pepsi, Red Bull, serta sejumlah produk internasional lainnya.

Melalui kemitraan strategis ini, lanjut dia, pihaknya menghadirkan solusi kemasan berkualitas tinggi, inovatif, dan berkelanjutan. Produk kaleng yang diproduksi di Banyuwangi akan mendukung kebutuhan domestik sekaligus ekspor.

“Saat ini sekitar 90 persen produk kami diekspor ke Afrika, Eropa, dan Asia Tenggara. Karena itu kami juga berharap adanya kemudahan proses ekspor agar produk-produk Indonesia semakin kompetitif di pasar dunia," jelasnya.

Sementara itu, Chairman Sunrise Group Eric Lam Wing Po menerangkan, Sunrise Group yang berdiri pada 1992 dan berkantor pusat di Fuzhou, Fujian, China. Produsen ini sudah lebih dari 30 tahun berfokus pada industri metal packaging dengan membangun dan mengoperasikan lebih dari 30 basis produksi.

“Kami berharap kerja sama ini menjadi awal kolaborasi jangka panjang antara Sunrise Group dan Indonesia. Kami optimistis investasi ini akan mendukung pertumbuhan industri manufaktur Indonesia sekaligus memperkuat daya saing produk-produk ekspor dari Banyuwangi dan Indonesia," katanya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Khofifah Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim Pabrik Logam Banyuwangi Sunrise Masami Internasional info banyuwangi berita banyuwangi