DPC PKB Banyuwangi Gelar Musancab Serentak, Panaskan Mesin Politik 2029

9 Agustus 2026 16:13 9 Agt 2026 16:13

Riski Ari M., Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail DPC PKB Banyuwangi Gelar Musancab Serentak, Panaskan Mesin Politik 2029

Muscab PKB. (Foto: Riski Ari/Ketik.com)

KETIK, BANYUWANGI – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Banyuwangi mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029. Langkah itu ditandai dengan pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) secara serentak yang dipusatkan di Pondok Pesantren Nurut Taqwa, Desa Balak, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Minggu, 9 Agustus 2026.

Musancab digelar dengan format terpusat dan serentak. Pada sesi pertama diikuti sembilan Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC), sedangkan sesi kedua diikuti 16 DPAC lainnya. Seluruh proses pembentukan kepengurusan dilakukan dalam satu hari agar struktur organisasi di tingkat kecamatan segera terbentuk dan bisa langsung bekerja.

Ketua DPC PKB Banyuwangi, Dr. Zaki Al Mubarok, M.Si., atau yang akrab disapa Gus Zaki, menegaskan bahwa Musancab bukan sekadar agenda rutin pergantian pengurus. Forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi partai sekaligus menyusun strategi pemenangan jangka panjang.

Foto Ketua DPC PKB Banyuwangi Saat berikan sambutanKetua DPC PKB Banyuwangi Saat berikan sambutan. (Foto: Riski Ari/Ketik.com)

“Ini adalah konsolidasi kekuatan, menetapkan target pemenangan serta meluruskan arah perjuangan partai untuk melipatgandakan kemenangan yang berkemanfaatan secara berkelanjutan,” tegas Gus Zaki, Minggu, 9 Agustus 2026. 

Menurutnya, musyawarah di tingkat kecamatan merupakan pijakan paling penting dalam pembangunan kekuatan organisasi. Sebab, kekuatan sesungguhnya partai berlambang bola dunia yang dikelilingi sembilan bintang itu berada di tingkat anak cabang dan ranting.

“Di sinilah kader-kader masa depan ditempa. Di sinilah kerja-kerja nyata di tengah masyarakat dilakukan, kader mencari solusi, PKB hadir dan bekerja untuk masyarakat, dan dari sinilah kemenangan PKB dipersembahkan,” ujarnya.

Gus Zaki menyebut, seluruh jajaran pengurus baru harus menjadikan tekad Ketua Umum PKB, Gus Muhaimin alias Abdul Muhaimin Iskandar, sebagai semangat bersama.

Selain penguatan struktur, PKB Banyuwangi juga menaruh perhatian besar pada regenerasi kader. Gus Zaki menyebut partainya kini lebih fokus merangkul kelompok perempuan dan generasi muda, terutama Gen Z dan Gen Alpha, yang diproyeksikan menjadi pemilih dominan pada pemilu mendatang.

PKB Banyuwangi, lanjut Gus Zaki, mulai menyusun langkah strategis sejak sekarang untuk memperkuat basis organisasi dan meningkatkan perolehan kursi pada pemilu mendatang.

“Target kita 13–14 kursi, dan itu harus dirancang mulai sekarang,” tuturnya.

Anggota Komisi IV DPRD Banyuwangi itu mengatakan, komposisi kepengurusan perempuan di PKB Banyuwangi telah melampaui ketentuan minimal 30 persen. Bahkan, keterlibatan perempuan disebut mencapai sekitar 48 persen.

“Perempuan memiliki loyalitas yang sangat kuat dalam organisasi. Karena itu kami memberikan ruang yang luas bagi kader perempuan untuk mengambil peran strategis,” ujarnya.

PKB Banyuwangi juga membuka ruang lebih besar bagi anak muda yang ingin terjun ke dunia politik. Menurut Gus Zaki, regenerasi kepemimpinan harus mulai dibangun dari sekarang, baik melalui posisi ketua, sekretaris, bendahara, maupun jajaran fungsionaris di tingkat kecamatan.

Tak hanya itu, pengurus baru juga didorong untuk lebih melek digital agar mampu menjangkau pemilih muda secara efektif.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Syuro DPC PKB Banyuwangi, Dra. Ny. Hj. Ma'mullah Harun, M.Pd.I., menjelaskan bahwa proses rekrutmen pengurus di PKB dilakukan melalui mekanisme yang baku dan terukur.

Menurutnya, calon pengurus tidak dipilih secara instan, melainkan melalui proses pendalaman terhadap rekam jejak, kinerja, loyalitas, profesionalitas dalam berpartai, hingga mengikuti uji kompetensi.

“Mekanisme ini dirancang untuk menghindari konflik internal, kubu-kubuan, dan menjaga keutuhan partai. Semua mengikuti sistem yang sudah ditetapkan,” jelasnya.

Anggota Komisi A DPRD Jatim itu menegaskan, PKB merupakan partai yang berpijak pada nilai-nilai religius dan nasionalis. Karena itu, seluruh kader didorong tetap menjaga komitmen kebangsaan serta mendukung berbagai program pemerintah yang berpihak pada kemaslahatan masyarakat.

“Kami tetap berkomitmen menjaga kebebasan beragama, kebebasan berpendapat, kebebasan berekonomi, dan nilai-nilai kebangsaan. Militansi kader tidak boleh mengurangi semangat nasionalisme,” tutupnya.

Musancab serentak ini menjadi titik awal konsolidasi menyeluruh PKB Banyuwangi, dengan penguatan struktur, regenerasi kader, dan penyiapan mesin politik sejak tingkat anak cabang dan ranting untuk menghadapi kontestasi 2029. (*)

Tombol Google News

Tags:

PKB Banyuwangi Muscab PKB Ketua Dpc Pkb Banyuwangi Dr. Zaki Al Mubarok