51 Siswa ADEM Papua Lolos PTN, Gubernur Khofifah: Mereka Bukti Nyata Generasi Papua Berprestasi

11 Juni 2026 12:18 11 Jun 2026 12:18

Virmin Carlo J., Fiqih Arfani

Redaksi Ketik.com
Thumbnail 51 Siswa ADEM Papua Lolos PTN, Gubernur Khofifah: Mereka Bukti Nyata Generasi Papua Berprestasi

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengibarkan bendera merah putih bersama 51 siswa peserta Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) asal Papua yang berhasil diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur (SNBP) dan (SNBT) Tahun Ajaran 2026/2027. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Sebanyak 51 siswa peserta Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) asal Papua berhasil diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Tahun Ajaran 2026/2027.

Capaian ini mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang menilai program tersebut berhasil melahirkan generasi Papua yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berdaya saing di tingkat nasional. Dari total 51 siswa yang lolos, sebanyak 26 diterima melalui jalur SNBP dan 25 lainnya melalui jalur SNBT.

"Alhamdulillah, capaian ini sangat membanggakan. Program ADEM bukan hanya membuka akses pendidikan yang berkualitas, tetapi juga berhasil melahirkan generasi Papua yang berprestasi, tangguh, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat nasional," ujar Gubernur Khofifah di Surabaya, pada Rabu 10 Juni 2026.

Khofifah menegaskan bahwa pendidikan adalah instrumen paling efektif untuk membangun masa depan bangsa sekaligus memperkuat persatuan Indonesia. Ia juga memastikan Pemprov Jatim akan terus memberikan layanan pendidikan terbaik bagi seluruh peserta didik, termasuk murid ADEM dari Papua dan wilayah repatriasi.

"Jawa Timur selalu terbuka menjadi rumah belajar bagi anak-anak bangsa dari berbagai daerah. Kami ingin memastikan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas, bermutu, dan berkarakter," ujarnya.

Menurut Khofifah, Program ADEM tidak hanya memberikan pengalaman akademik, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran keberagaman, toleransi, dan penguatan karakter kebangsaan.

Selama menempuh pendidikan di Jawa Timur, para murid tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga pengalaman hidup dalam lingkungan sosial yang beragam sehingga mampu memperkuat semangat persatuan dan kebhinekaan.

“Mereka adalah generasi penerus yang kelak akan membangun Papua dan Indonesia. Teruslah belajar, jangan pernah menyerah, dan jadilah generasi yang mampu membawa kemajuan bagi daerah asal maupun bangsa Indonesia,” pesannya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah menyambut baik peningkatan kuota Program ADEM Papua di Jawa Timur pada Tahun Ajaran 2026/2027 yang mencapai 152 murid, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 145 murid.

Menurutnya, peningkatan kuota tersebut menjadi bentuk kepercayaan pemerintah pusat terhadap kualitas penyelenggaraan Program ADEM di Jawa Timur.

“Ini merupakan amanah yang harus dijaga bersama. Semakin banyak anak-anak Papua yang memperoleh kesempatan belajar di Jawa Timur, maka semakin besar pula kontribusi yang dapat kita berikan dalam mencetak SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan bahwa keberhasilan murid ADEM menembus PTN menjadi bukti bahwa anak-anak Papua memiliki potensi besar yang mampu bersaing dengan murid dari berbagai daerah lainnya di Indonesia.

“Saya sangat bangga dengan capaian murid-murid ADEM Papua. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras para murid, dukungan orang tua angkat, serta dedikasi para guru dan tenaga pendidik yang selama ini mendampingi mereka,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur, saat ini terdapat 440 siswa ADEM Papua yang menempuh pendidikan di berbagai SMA dan SMK di Jawa Timur. Mereka terdiri dari 145 siswa kelas X, 160 siswa kelas XI, dan 135 siswa kelas XII yang telah dinyatakan lulus pada 5 Mei 2026.

Sebanyak 127 murid lulusan ADEM juga telah dipulangkan ke daerah asal masing-masing yang tersebar di berbagai wilayah Papua, antara lain Jayapura, Biak, Nabire, Timika, Merauke, Wamena, Manokwari, dan Sorong. Delapan siswa lainnya lebih dahulu kembali untuk mengikuti seleksi TNI/Polri maupun pendidikan tinggi kedinasan.

Aries berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh peserta Program ADEM untuk terus meningkatkan prestasi akademik maupun non-akademik.

Salah satu siswa ADEM, Yazinta Kaipman dari SMAN 1 Kejayan Pasuruan, mengaku bersyukur dapat mengikuti program tersebut selama tiga tahun di Jawa Timur. Ia merasakan suasana kekeluargaan dan penerimaan yang hangat selama tinggal di Pasuruan.

“Kami sebagai anak Papua tidak merasa sendirian di sini. Kami disambut dengan sangat baik, baik di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal,” ungkapnya.

Ia berharap program ADEM dapat terus berlanjut karena dinilai sangat membantu anak-anak Papua mendapatkan pendidikan dan pengalaman hidup yang lebih baik. (*)

Tombol Google News

Tags:

Pendidikan Merata Akses Pendidikan Papua Hebat pelajar berprestasi Harapan Papua Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa