KETIK, SURABAYA – Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Nanik Sukristina menyebut berdasarkan data perkembangan kasus TBC/Treatment Coverage (TC) di Kota Surabaya sampai tanggal 31 November 2024 menunjukkan bahwa ada sebanyak 10.741 kasus TBC 73,89% dari target 14.537 yang harus ditemukan pada tahun 2024.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati mengungkapkan perlu adanya penanganan khusus pada perkembangan kasus TBC di Kota Surabaya.
"Minta dibuatkan rumah isolasi TBC agar mempercepat penyembuhan dan mengurangi penularan ke anggota keluarga," terang Ajeng saat dihubungi Ketik.co.id pada Jumat 13 Desember 2024.
Rumah TBC tersebut diharapkan akan menjadi tempat untuk penyembuhan untuk masyarakat Surabaya khususnya bagi masyarakat yang tidak mampu.
"Bisa semuanya, kan kasian jika orang tidak mampu hanya punya 1 rumah, tetapi pada masa penyembuhan, ternyata masih punya anak/cucu yang bayi kwatir lebih cepat tertular. Isolasi hanya di RS dan terbatas, harapnya ada rumah khusus," ucapnya.
Ajeng juga mengingatkan bahwa pentingnya Pemkot Surabaya meningkatkan skrining yang masif sehingga banyak kasus TBC ditemuka di Kota Pahlawan.
"Surabaya padat penduduk, pusat urbanisasi dan kota industri, sehingga dikwatirkan menjadi kasus tersembunyi bila tidak mencapai target kasus," terang Politisi Gerindra ini.
"Dengan skrining yang masif, dan semakin banyak kasus terduga ditemukan, maka akan segera ada solusi pengobatan dan penyembuhannya," imbuhnya.
Pentingnya sosialisasi kepada masyarakat khususnya untuk TBC yang menyerang anak. Dirinya juga mengkawatirkan beberapa pekerja yang melibatkan banyak orang sehingga penularan lebih mudah.
"Meminta Pemkot aktif sosialisasi pentingnya imunisasi dini BCG saat bayi, dan ruang kerja dipantau jika ada pekerja terus menerus batuk. Saya kwatir jika ada pekerja yang berhubungan dengan orang banyak. Guru ataupun jasa lainnya," jelas Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya ini.
Menurut data dari Dinkes Surabaya, jika dibandingkan dengan capaian penemuan kasus TBC pada periode yang sama tahun 2023, menunjukkan bahwa ada peningkatan penemuan kasus sebesar 5 persen.
Data penemuan kasus TBC anak (usia 1-14 tahun) s.d 31 November 2024 sebesar 1.327 (42,6%) dari target penemuan pada tahun 2024 sebesar 3.113 kasus. (*)
10 Ribu Kasus TBC di Kota Pahlawan, DPRD Surabaya Harap Pemkot Bangun Rumah Khusus
13 Desember 2024 18:10 13 Des 2024 18:10
Shinta Miranda, Muhammad Faizin
Redaksi Ketik.com
Anggota Komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)
Tags:
surabaya Dinas Kesehatan Kota Surabaya TBC Surabaya Komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati GerindraBaca Juga:
Selamat Capt! Rizky Ridho Resmi Jadi Ayah, Bagikan Momen Gendong Sang Buah HatiBaca Juga:
Tumbuh 16 Persen, KAI Daop 8 Surabaya Angkut 3.09 Penumpang Selama Triwulan I 2026Baca Juga:
Jadi 'Tamparan' Bagi Anak Muda, Surabaya Muda Media Stikosa-AWS Ajak Anak Panti Menembus BatasBaca Juga:
Kota Surabaya dan Madiun Diprediksi Cerah Hari Ini, Cek Daerahmu SekarangBaca Juga:
Berakhir Pekan di Surabaya! Luhut Pandjaitan: Selamat Datang di Dunia Tio, Cucu OpungBerita Lainnya oleh Shinta Miranda
30 Oktober 2025 15:28
Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf
29 Oktober 2025 05:15
Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat
28 Oktober 2025 21:11
Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi
28 Oktober 2025 19:05
Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan
28 Oktober 2025 18:57
Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya
27 Oktober 2025 16:00
[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!
Trending
Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari
Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar
Dicari! Direksi BPR Delta Artha dan Direktur PT Aneka Usaha Sidoarjo, Seperti Apa Seleksinya?
Tekanan Fiskal Menguat, TPP Bondowoso Diminta Jadi Motor Inovasi Desa
