Siswa SD Muhammadiyah 1 Taman Praktik Teliti Alternatif Pangan Pengganti Padi

13 Oktober 2026 14:21 13 Okt 2026 14:21

Fathur Roziq

Editor
Thumbnail Siswa SD Muhammadiyah 1 Taman Praktik Teliti Alternatif Pangan Pengganti Padi

Murid-murid kelas 4B SD Muhammadiyah 1 Taman saat melakukan uji kandungan bahan amilum dari produsen alternatif pada Senin (12 Oktober 2026)( Foto: Anas/ Ketik.com)

KETIK, SIDOARJO – Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SD Muhammadiyah 1 Taman berlangsung menarik pada Selasa (13 Oktober 2026) Murid-murid kelas IV B mengikuti praktikum untuk menguji kandungan amilum atau pati dalam sejumlah bahan makanan. Mereka senang.

Kegiatan belajar itu dipandu langsung oleh Nur Wijayanti, guru IPA sekaligus wali kelas IVB. Anak-anak mengamati serius dan membandingkan beberapa bahan pangan. Di antaranya, jagung, tebu, sagu, nasi, dan kedelai.

Melalui pengujian sederhana di laboratorium, siswa-siswi diajak mengidentifikasi bahan yang mengandung amilum berdasarkan hasil pengamatan.

”Anak-anak kita kenalkan pada sumber karbohidrat. Mereka sekaligus memahami pentingnya produksi alternatif dalam menjaga keseimbangan ekosistem,” kata Nur Wijayanti.

Praktikum IPA tersebut tidak sekadar mengenalkan kandungan zat makanan. Mengapa? Karena siswa juga diajak belajar memahami bahwa padi bukanlah satu-satunya sumber pangan yang dapat mendukung kebutuhan manusia. Jagung dan sagu, misalnya, dapat menjadi alternatif sumber karbohidrat.

Pembelajaran tersebut juga menghubungkan hasil praktikum dengan konsep rantai makanan dan keseimbangan ekosistem. Mereka mempelajari kemungkinan adanya sumber pangan lain ketika tanaman padi mengalami gagal panen. Anak-anak mencari dan membandingkan beberapa bahan pangan yang berpotensi menjadi sumber karbohidrat alternatif.

”Dengan praktikum secara langsung, mereka bisa mengamati hasil pengujian dan memahami materi dengan lebih mudah,” jelas Nur Wijayanti.

Menurut dia, dalam kegiatan tersebut, siswa mampu belajar bahwa setiap bahan pangan memiliki kandungan zat yang berbeda. Pengujian amilum membantu mereka mengenali kandungan pati, sedangkan pemahaman tentang rantai makanan mengajarkan pentingnya peran produsen dalam menopang kehidupan di suatu ekosistem.

Nur Wijayanti menambahkan, pembelajaran berbasis praktikum ini menjadi cara baik  bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan mengamati, membandingkan, dan menarik kesimpulan berdasarkan hasil percobaan. Materi yang disampaikan dan dipelajari melalui buku pelajaran pun terasa lebih nyata karena siswa terlibat langsung dalam proses pengujian.

Nur Wijayanti berharap kegiatan semacam ini dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa sekaligus memperluas pemahaman mereka mengenai keanekaragaman sumber pangan dan pentingnya menjaga keseimbangan alam. (nas/*)

Tombol Google News

Tags:

Pendidikan sidoarjo SD Muhammadiyah Taman Pembelajaran Ipa