Ponpes Nasyrul Ulum Sumenep Borong Prestasi Hari Santri 2026

24 Oktober 2026 12:15 24 Okt 2026 12:15

Fery Purnomo, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Ponpes Nasyrul Ulum Sumenep Borong Prestasi Hari Santri 2026

Perwakilan Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, berpose sambil menunjukkan piagam penghargaan di stan pameran Ekspo Kemandirian Pesantren dan UMKM Lokal NU dalam rangkaian Peringatan Hari Santri 2026. (Foto: Dokumen Ponpes Nasyrul Ulum)

KETIK, SUMENEP – Pondok Pesantren (Ponpes) Nasyrul Ulum Aengdake, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, menunjukkan bahwa santri mampu berdakwah melalui beragam cara kreatif.

Tak hanya mengandalkan ceramah, pesantren ini memanfaatkan film, stand up comedy, hingga produk unggulan untuk menyampaikan nilai-nilai positif sekaligus mengembangkan kemandirian ekonomi.

Prestasi tersebut diraih dalam rangkaian Peringatan Hari Santri 2026 yang diselenggarakan PCNU Sumenep. Nasyrul Ulum berhasil meraih Juara 1 Festival Film Santri melalui film berjudul Mengejar Mimpi di Jalan Ilmu. Sementara itu, Nadina Firdausiyah, santri kelas XI SMK Nasyrul Ulum, meraih Juara 2 Stand Up Comedy Santri.

Capaian ini memperlihatkan bahwa santri memiliki potensi untuk berkembang di bidang seni dan komunikasi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Pesan dakwah juga dapat disampaikan melalui media yang akrab dengan kehidupan generasi Z.

Film, misalnya, mampu menghadirkan pesan melalui cerita, visual, dialog, dan konflik yang dekat dengan pengalaman anak muda. Adapun stand up comedy dapat menjadi sarana menyampaikan refleksi kehidupan dan kritik sosial melalui humor yang menghibur sekaligus mengajak penonton berpikir.

Nilai-nilai seperti pentingnya menuntut ilmu, menghormati orang tua dan guru, menjaga pergaulan, serta mempersiapkan masa depan dapat dikemas secara lebih menarik melalui pendekatan tersebut.

Meski demikian, kreativitas dalam berdakwah bukan sekadar mengikuti tren. Substansi ajaran, ketepatan pesan, dan akhlak tetap menjadi landasan utama. Media kreatif justru menjadi jembatan agar nilai-nilai kebaikan lebih mudah diterima oleh generasi muda.

Raih Tiga Penghargaan di Ekspo Pesantren

Tak hanya mencatatkan prestasi di bidang film dan komedi, Nasyrul Ulum juga menunjukkan kiprahnya dalam pengembangan ekonomi pesantren.

Dalam Pameran Ekspo Kemandirian Pesantren dan UMKM Lokal NU yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Santri 2026, Nasyrul Ulum berhasil membawa pulang tiga penghargaan sekaligus. Ketiganya yakni Stand Terbaik, Produk Unggulan Pesantren, dan Peserta Terfavorit.

Dalam kegiatan tersebut, Nasyrul Ulum memamerkan sejumlah produk olahan hasil laut dan perikanan yang dikembangkan oleh santri SMK Nasyrul Ulum melalui kompetensi kejuruan Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi).

Produk-produk tersebut menunjukkan kemampuan santri dalam mengolah potensi sumber daya lokal menjadi barang bernilai tambah. Prosesnya juga menjadi bagian dari pembelajaran kewirausahaan, mulai dari pengolahan bahan baku, pengemasan, hingga memperkenalkan produk kepada masyarakat.

Capaian itu sekaligus menegaskan bahwa pendidikan pesantren dapat berjalan beriringan dengan penguatan keterampilan praktis. Santri tidak hanya dibekali ilmu agama dan pendidikan karakter, tetapi juga kemampuan yang dapat dikembangkan untuk menghadapi kebutuhan dunia usaha.

Tiga penghargaan yang diraih dalam pameran tersebut menjadi apresiasi atas kreativitas santri dalam mengembangkan produk lokal sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi pesantren kepada masyarakat luas.

Apresiasi Kerja Keras Guru dan Santri

Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Nasyrul Ulum, Dr. Zamzami Sabiq Hamid, M.Psi., mengungkapkan rasa syukur atas berbagai pencapaian yang diraih keluarga besar pesantren dalam peringatan Hari Santri tahun ini.

Menurutnya, penghargaan yang diperoleh tidak hanya dilihat sebagai kemenangan dalam sebuah perlombaan, tetapi juga sebagai gambaran potensi santri untuk berkarya dan menyebarkan pesan kebaikan melalui berbagai pendekatan.

Ia menilai, setiap prestasi merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan persiapan, latihan, kreativitas, serta kerja sama antara dewan guru dan para santri.

Zamzami juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan dedikasi untuk mendukung kegiatan tersebut.

Prestasi di bidang film dan stand up comedy, lanjutnya, menjadi motivasi bagi pesantren untuk semakin membuka ruang bagi pengembangan kreativitas santri. Perkembangan teknologi dan media digital perlu dimanfaatkan sebagai sarana menyebarkan pesan yang positif, mendidik, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Di sisi lain, keberhasilan dalam pameran produk pesantren memperkuat pentingnya pendidikan yang memadukan nilai keislaman, keterampilan vokasional, dan semangat kemandirian ekonomi.

Penyerahan penghargaan berlangsung pada Jumat, 23 Oktober 2026, di depan Labang Mesem, Sumenep, sebagai bagian dari rangkaian Peringatan Hari Santri yang digelar PCNU Sumenep.

Bagi Nasyrul Ulum, deretan penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk terus mencetak santri yang tidak hanya kuat dalam ilmu dan akhlak, tetapi juga mampu berkomunikasi secara kreatif, menghasilkan karya bermanfaat, serta mengembangkan keterampilan untuk menghadapi tantangan masa depan.

Melalui film, humor yang mendidik, dan produk unggulan pesantren, Nasyrul Ulum berupaya membangun generasi santri yang religius, kreatif, adaptif, dan mandiri.

Semangat itu sejalan dengan tekad Nasyrul Ulum untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas pendidikan serta karya para santrinya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Nasyrul Ulum Sumenep madura Borong Prestasi Hari Santri 2026 Dari Film Hingga Produk Umkm