Dosen UIN Malang Bekali Ilmu Penulisan Cerpen Kepada OSIM MTs Islamiyah Wongsorejo Banyuwangi

3 Juli 2026 15:06 3 Jul 2026 15:06

Nurul Aliyah, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Dosen UIN Malang Bekali Ilmu Penulisan Cerpen Kepada OSIM MTs Islamiyah Wongsorejo Banyuwangi

Dosen Bahasa Indonesia UIN Malang, Rizka Amaliah mengajarkan pengetahuan terkait kepenulisan cerpen kepada anggota Organisasi Siswa Madrasah (OSIM) MTs Islamiyah Wongsorejo, Banyuwangi pada Kamis, 3 Juli 2026. (Foto: Istimewa)

KETIK, BANYUWANGI – Dosen Bahasa Indonesia Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Rizka Amaliah memberikan materi Pelatihan Penulisan Cerpen di MTs Islamiyah Wongsorejo Banyuwangi pada Kamis, 3 Juli 2026.

Kegiatan ini dimulai pada pukul 08.00 WIB hingga 09.45 WIB dan diikuti oleh seluruh anggota Organisasi Siswa Madrasah (OSIM).

Pelatihan dibuka langsung oleh WK Kurikulum MTs Islamiyah Wongsorejo Banyuwangi, H. Muzanni, S.Ag. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa agenda ini istimewa karena menghadirkan penulis profesional. 

"Bu Rizka ini adalah dosen UIN Malang yang juga seorang penulis. Jadikan pelatihan ini tempat untuk benar-benar belajar, karena kita sudah mendapatkan kesempatan istimewa bertemu dan belajar dengan seorang profesional dalam rangka pengabdian di sela-sela kesibukannya. Silakan mengikuti agenda dengan serius," ujarnya. 

Foto Anggota Organisasi Siswa Madrasah (OSIM) MTs Islamiyah Wongsorejo, Banyuwangi hadir pada pelatihan penulisan cerpen bersama Dosen UIN Malang. (Foto: Istimewa)Anggota Organisasi Siswa Madrasah (OSIM) MTs Islamiyah Wongsorejo, Banyuwangi hadir pada pelatihan penulisan cerpen bersama Dosen UIN Malang. (Foto: Istimewa)

Sebanyak 16 siswa yang merupakan anggota OSIM mengikuti agenda ini dengan seksama. Mereka belajar tentang penulisan premis hingga cerpen tiga paragraf. Rizka Amaliah, dosen Bahasa Indonesia di UIN Maliki Malang yang juga founder Saung Kanak Nusantara ini memperkenalkan rumus mudah menulis premis dan pentigraf. 

"Untuk teman-teman yang masih pemula, ada cara mudah untuk menulis cerpen. Kita bisa mulai dengan premis yang dikembangkan menjadi pentigraf. Ini cukup pendek, tidak lebih dari 210 kata. Cocok untuk Gen-Z. Rumusnya adalah nama tokoh, kata ingin untuk menandai tujuan, kata tetapi untuk menandai halangan, dan kata sehingga akhirnya untuk menandai resolusi," paparnya. 

Selain menyajikan materi substansial, Rizka juga memotivasi siswa agar semangat menulis karena di era ini, profesi penulis cukup menjanjikan. Banyak penulis yang mendapatkan penghasilan bombastis dari karya-karyanya, baik melalui sistem royalti maupun kemenangan dalam sayembara penulisan yang hadiahnya mencapai angka dua digit. 

Menurutnya, kegiatan ini adalah bagian dari pengabdian mandiri sebagai bagian dari Tri Dharma perguruan tinggi yang menyasar sekolah atau pesantren di bawah naungan Kementerian Agama.(*)

Tombol Google News

Tags:

UIN Malang Mts Islamiyah Wongsorejo Sekolah Banyuwangi Kampus Malang Kota Malang