Rivola Disorot Usai Bela Bezzecchi, Publik Ingat Lagi Sikapnya ke Martin

22 Juni 2026 10:15 22 Jun 2026 10:15

Ika Setya Y., Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Rivola Disorot Usai Bela Bezzecchi, Publik Ingat Lagi Sikapnya ke Martin

Manager Tim Aprilia Massimo Rivola. (Foto: Aprilia Racing Team)

KETIK, JAKARTA – Keputusan Aprilia yang langsung berdiri di belakang Marco Bezzecchi setelah insiden penamparan marshal di Brno ternyata memunculkan diskusi lain di paddock. Bukan lagi soal sanksinya, melainkan soal konsistensi sikap bos Aprilia, Massimo Rivola.

Beberapa pihak mulai membandingkan respons Rivola terhadap kasus Bezzecchi dengan bagaimana ia bersikap kepada Jorge Martin beberapa pekan sebelumnya. Dan perbandingan itu memunculkan satu istilah yang ramai dipakai media Spanyol: doble rasero — standar ganda.

Latar belakangnya cukup jelas. Saat Jorge Martin membuat kesalahan besar pada GP Hungaria dan memicu insiden di tikungan pertama, Rivola saat itu tampil cukup keras di depan publik. Bahkan ia sempat menyebut bahwa kesalahan seperti itu bukan sesuatu yang seharusnya dilakukan oleh seorang juara dunia. 

Di sisi lain, ketika Bezzecchi terkena sanksi di Brno usai insiden emosional dengan marshal, pendekatan Aprilia terlihat berbeda. Tim bergerak cepat melakukan pendampingan, mengajukan banding, dan tetap menunjukkan dukungan terbuka kepada pembalap mereka meski hukuman akhirnya tidak berubah. 

Perbedaan itu yang kemudian jadi bahan pembicaraan. Apakah ini bentuk perlakuan berbeda terhadap dua pembalap? Atau memang konteks kasusnya tidak sama?

Dari sisi internal, belum ada indikasi hubungan Aprilia dan Martin terganggu. Bahkan sebelum Brno, Martin sendiri mengaku memahami reaksi Rivola saat itu dan tidak menganggap kritik tersebut sebagai serangan pribadi. Ia juga menegaskan tetap berkomitmen pada proyek Aprilia. 

Namun di luar garasi, persepsinya sudah terlanjur terbentuk: ketika Martin membuat kesalahan, respons yang muncul adalah kritik terbuka. Ketika Bezzecchi bermasalah, yang muncul lebih dulu justru perlindungan tim.

Dan seperti biasa di MotoGP, persepsi kadang berkembang lebih cepat daripada klarifikasi.

Yang menarik, situasi ini datang di momen ketika Aprilia sedang berada di posisi yang belum pernah mereka nikmati sebelumnya—punya dua pembalap yang diproyeksikan menjadi kandidat juara dan sorotan yang ikut membesar di setiap keputusan yang mereka ambil. (*)

Tombol Google News

Tags:

Massimo Rivola Moto G P