Jajal Venue Thomas Uber di Forum Horsens, Timnas Badminton Indonesia Adaptasi Kilat

23 April 2026 09:17 23 Apr 2026 09:17

M. Rifat, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Jajal Venue Thomas Uber di Forum Horsens, Timnas Badminton Indonesia Adaptasi Kilat

Timnas Badminton Indonesia menjajal Forum Horsens, Denmark lokasi pertandingan Piala Thomas Uber, Rabu (22/4/2026). (Foto: Humas PP PBSI)

KETIK, JAKARTA – Aroma persaingan Piala Thomas & Uber 2026 mulai menyengat di Forum Horsens, Denmark. Rabu (22/4/2026), tim bulu tangkis Indonesia resmi mencicipi atmosfer arena pertandingan dalam sesi latihan perdana. Meski durasinya tergolong singkat, Jonatan Christie dkk langsung tancap gas demi menjinakkan karakter lapangan.

Indonesia hanya mendapatkan jatah 60 menit di lapangan tiga dan 30 menit di lapangan dua. Secara fisik, Forum Horsens memang tak semegah Istora Senayan atau arena ikonik di Asia lainnya. Dengan kapasitas maksimal hanya 4.000 penonton dan ketersediaan hanya tiga lapangan, arena ini menghadirkan tantangan tersendiri bagi para penggawa Merah Putih.

Bola Kencang Jadi PR

Ganda putri muda Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, menjadi salah satu yang menyoroti detail teknis di lapangan. Menurut Rachel, karakter shuttlecock di Denmark kali ini cenderung "liar".

"Tadi coba lapangan sebentar saja, sekitar 20 menit, untuk baca kondisi. Bolanya agak kencang, jadi kontrolnya harus benar-benar disesuaikan," ujar Rachel usai latihan.

Beruntung, dari sisi non-teknis, arena ini cukup bersahabat. "Lapangannya normal, tidak silau, dan embusan angin tidak terlalu terasa," timpal Febi yang akan menjalani debutnya di ajang beregu paling bergengsi di dunia ini.

Efek "Kandang" Mini

Menariknya, Rachel/Febi justru melihat sisi positif dari terbatasnya kapasitas penonton. Dengan tribun yang merapat ke lapangan, mereka yakin atmosfer dukungan suporter bakal terasa lebih mengintimidasi lawan. "Arenanya kecil, tapi dukungan suporter bakal lebih terdengar jelas. Itu bisa membakar semangat kami," tegas Rachel.

Bagi Febi, meski berstatus debutan di Piala Uber, ia mengaku tak gentar. Pengalaman di ajang beregu level lain menjadi modal penting. "Tegang pasti ada karena ini debut, tapi kekompakan tim membuat saya lebih yakin," ungkap Febi optimistis.

Memori 2021 Jadi Modal Ginting

Senada dengan juniornya, tunggal putra andalan Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, tampak lebih santai menyikapi kondisi lapangan. Pengalamannya berlaga di Piala Sudirman serta Piala Thomas & Uber 2021 yang juga digelar di tanah Eropa menjadi kartu as untuk adaptasi cepat.

"Sejauh ini oke saja. Tadi latihan sudah dapat ritmenya meski waktunya mepet," tutur Ginting.

Pemain kelahiran Cimahi ini menilai tipikal arena di Eropa memang cenderung lebih compact dibanding turnamen di Asia. "Waktu 2021 juga arenanya tidak terlalu besar. Jadi bukan masalah berarti, kami sudah terbiasa," pungkasnya dengan nada tenang.

Dengan masa persiapan yang semakin krusial, tim Indonesia diharapkan mampu memaksimalkan sisa waktu sebelum laga pembuka dimulai. Targetnya jelas: membawa pulang supremasi bulu tangkis beregu ke tanah air. (*)

Tombol Google News

Tags:

#ThomasUber #TimnasBadminton #PialaThomas #PialaUber #PpPbsi anthonyginting