KETIK, MALANG – Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI di kawasan ikonik Gunung Bromo pada tahun ini dipastikan tidak dapat digelar. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memastikan bahwa kawasan tersebut masih ditutup total untuk seluruh aktivitas umum dan pariwisata.
Penutupan total ini diterapkan guna menunjang kelancaran operasi pemadaman dan pendinginan titik-titik panas (hotspot) yang masih tersisa.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan kawasan Gunung Bromo masih berada dalam status operasi pemadaman. Oleh karena itu, segala bentuk aktivitas di luar upaya pemadaman dilarang memasuki kawasan tersebut.
"Seperti yang sudah kami umumkan, bahwa kawasan Bromo ditutup untuk aktivitas lain selain aktivitas pemadaman. Untuk kegiatan upacara, kita minta dilakukan di tempat-tempat lain di luar Bromo," jelasnya dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Meski kebakaran berhasil dipadamkan, personel gabungan dari Satgas Karhutla tetap disiagakan di lokasi untuk melakukan penyisiran dan pembasahan terhadap titik hotspot yang masih tersisa.
"Mulai kemarin Sabtu, 15 Agustus hingga saat ini, secara umum sudah terkendali. Tetapi tidak menutup kemungkinan masih ada bara-bara api, yang ketika ada angin bisa muncul asap dan berpotensi menimbulkan kebakaran," ujarnya
"Seluruh personel masih bersiaga di lokasi. Dalam dua hari ini, kami melakukan pendinginan untuk memastikan situasi benar-benar kondusif," imbuhnya.
Terkait kapan kawasan wisata Gunung Bromo akan kembali dibuka, pihak TNBTS belum dapat memberikan kepastian. Keputusan pembukaan masih menunggu evaluasi menyeluruh dari tim Satgas Karhutla serta pengumuman resmi dari Kementerian Kehutanan setelah kondisi kawasan dipastikan kondusif total.
"Untuk luas area yang terdampak kebakaran, dari data terakhir mencapai 1.120 hektare. Sejak Sabtu kemarin tidak ada lagi penambahan luasan area, karena titik api sudah padam. Sekarang, tinggal sisa-sisa yang kadang masih muncul asap," tandasnya. (*)
