MUI Sebut AI Ancam Tradisi Keagamaan

1 Agustus 2026 11:12 1 Agt 2026 11:12

Hanifuddin Musa, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail MUI Sebut AI Ancam Tradisi Keagamaan

Ketua MUI Bidang Informasi, Komunikasi, dan Digital, KH. Masduki Baidlowi kiri saat memaparkan bahayanya AI. (Foto: Junaidi/MUI)

KETIK, JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan generasi muda Islam agar tidak bergantung pada penggunaan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Ketua Komisi Informasi, Komunikasi, dan Digital (Infokomdigi) MUI, KH Masduki Baidlowi, mengatakan perkembangan AI membawa tantangan besar bagi masa depan tradisi keilmuan Islam, terutama sistem sanad ilmu serta hubungan guru dan murid yang selama ini menjadi fondasi keberagamaan masyarakat Nusantara.

Menurutnya, AI kini berkembang jauh melampaui sekadar alat pembuat teks maupun gambar. Teknologi tersebut telah berkembang menjadi AI agent yang mampu menyusun rencana, berdiskusi, hingga menjalankan keputusan secara lebih kompleks.

"Ini sangat berbahaya karena sistem sanad kita, tradisi belajar guru dan murid, bisa dihancurkan oleh sistem digital jika kita pasif," kata Masduki, dikutip dari laman resmi MUI, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Lebih lanjut, ia menjelaskan tantangan terbesar di era digital adalah munculnya kecenderungan memahami agama secara instan.

Menurutnya, agama tidak boleh hanya menjadi ekspresi pribadi yang mengikuti kenyamanan masing-masing, melainkan harus dipahami melalui proses pembelajaran yang benar bersama guru dan ulama.

Akibatnya, jawaban-jawaban serba instan dari platform digital berpotensi memutus mata rantai pemahaman agama yang damai (wasathiyah) dan sahih.

Meski demikian, Masduki menilai AI bukan ancaman apabila dapat dikendalikan dan dimanfaatkan secara tepat. Teknologi tersebut dapat menjadi sarana untuk memperluas penyebaran nilai-nilai Islam yang damai, meningkatkan layanan keagamaan, hingga membantu proses pembelajaran agama dengan tetap melalui validasi ulama.

"MUI harus diisi oleh orang-orang berkapasitas tinggi agar dipercaya generasi muda," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

MUI Artificial Intelligence Bahaya Ai Masduki Baidlowi