Angkat Isu Karhutla, Sejumlah Seniman Gunakan Busana Adat Dengan Latar Hutan Hangus Terbakar

12 Oktober 2026 11:30 12 Okt 2026 11:30

Agitha Putri I. R., Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Angkat Isu Karhutla, Sejumlah Seniman Gunakan Busana Adat Dengan Latar Hutan Hangus Terbakar

Salah satu cuplikan dalam adegan film karya Menjaga Api dan @trialfiaaa_ sebagai penari yang menggunakan busana adat dan topeng oksigen dengan latar lahan hangus terbakar. (Foto: Tangkap layar Instagram @trialfiaaa_)

KETIK, JAMBI – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi dengan kawasan lahan gambut masih dalam kondisi berat.

Enam provinsi yang menjadi lokasi penanganan tersebut meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.

Kabar ini semakin menyebar ruah hingga seluruh masyarakat Indonesia, sejumlah seniman bahkan menari dengan menggunakan busana adat di latar lahan yang terbakar. Hal itu diungkap seniman @ichalago dan @trialfiaaa_ dalam unggahan Instagramnya dengan tempo waktu yang berbeda.

Tak hanya dalam sosial media, mereka juga tunjukkan kondisi tersebut lewat pagelaran seni dengan judul "Parade Asap" yang sekaligus menjadi wadah untuk diskusi dengan publik mengenai "Siapa yang terbakar? Siapa yang terpapar?" setelah pemutaran video art dan pameran.  

Keduanya tuliskan pesan-pesan untuk pemerintah bahwa kondisi sudah sangat tidak memungkinkan untuk bertahan lebih lama. Setiap hari, mereka harus menahan perihnya asap yang menyelimuti langit. Sehingga, semua aktivitas masyarakat terganggu akibat keresahan ini.

Foto Sejumlah seniman yang menyuarakan kebakaran hutan di Jambi dengan membawa satwa yang terdampak polusi asap dalam unggahan @ichalago pada Senin, 12 Oktober 2026. (Tangkap layar Instagram @ichalago)Sejumlah seniman yang menyuarakan kebakaran hutan di Jambi dengan membawa satwa yang terdampak polusi asap dalam unggahan @ichalago pada Senin, 12 Oktober 2026. (Foto: Tangkap layar Instagram @ichalago)

Tak hanya manusia yang menjadi korban, ekosistem hutan yang rusak membuat semua makhluk hidup merasakan akibatnya. Hewan kehilangan tempat berlindung sehingga popularitasnya semakin menurun. Bencana ini menjadi pengingat bahwa hutan merupakan rumah bagi semua makhluk, terjadi kesalah sedikit saja, semua makhluk akan mengalami akibatnya.

Ichalago membagikan peringatan itu dalam unggahan terbarunya pada 11 Oktober 2026. Tak hanya ingin dilihat pemerintah, dirinya juga berharap masyarakat dapat mencegah kebakaran dengan menjaga alam dan mengurungkan niat untuk memperburuk keadaan.

Pameran lukisan @menjaga.api turut membagikan video pada 12 Oktober 2026 berdurasi 3 menit lebih dengan @trialfiaaa_ sebagai penari yang ditunjukkan dalam "Parade Asap". Namun judul "Tarian Kehancuran Budaya" muncul untuk membuktikan bahwa masih banyak nirempati yang mereka dapat.

Dengan sejumlah unggahan tersebut, keduanya berharap pemerintah akan melihat bagaimana kehancuran yang ada di Kota Jambi. Polusi yang membuat sesak, nafas yang tersenggal, namun masih ada yang minim empati melihatnya. Mereka berharap, dengan karya seni ini Kota mereka segera pulih dari keresahan. (*)

Tombol Google News

Tags:

Seniman Tari Karhutla Kebakaran hutan kebakaran lahan