Ketika Galon Bekas Berubah Jadi Unicorn dan Dinosaurus, Warga Taman Dhika Sidoarjo Raup Jutaan Rupiah untuk Kas RT

29 Juli 2026 18:20 29 Jul 2026 18:20

Hanifuddin Musa, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Ketika Galon Bekas Berubah Jadi Unicorn dan Dinosaurus, Warga Taman Dhika Sidoarjo Raup Jutaan Rupiah untuk Kas RT

Saat ibu-ibu mengolah limbah galon air mineral menjadi pot tanaman karakter. (Foto: Dok RT 15 Perumahan Taman Dhika)

KETIK, SIDOARJO – Di tengah kawasan perumahan modern yang cenderung hidup sendiri-sendiri tanpa aktivitas antarwarga, suasana berbeda terlihat di RT 59 RW 15 Perumahan Taman Dhika, Sidoarjo Kota.

Di salah satu kawasan hunian cluster tersebut, belasan ibu-ibu rutin berkumpul setiap pekan untuk mengolah limbah galon air mineral menjadi pot tanaman karakter yang unik dan bernilai ekonomi.

Kegiatan kreatif ini tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga mampu menghasilkan pemasukan untuk kas RT.

Melalui tangan-tangan kreatif kelompok ibu-ibu PKK yang tergabung dalam tim Crafter 59, limbah yang sebelumnya tidak terpakai disulap menjadi pot hias berbentuk karakter lucu seperti sapi, jerapah, dinosaurus, hingga unicorn.

Ketua Kelompok Kerja Lingkungan Hidup PKK RT 59, Tuti Setyo, mengatakan kegiatan tersebut berawal dari upaya mendukung program penghijauan di lingkungan RT 59. Ia kemudian mengajak sejumlah ibu-ibu PKK untuk berkreasi memanfaatkan limbah galon air mineral.

"Awalnya untuk mendukung program penghijauan RT 59. Kami mengajak sekelompok ibu-ibu PKK yang meluangkan waktu di tengah aktivitasnya masing-masing, dan kemudian disebut tim Crafter 59," ujar Tuti.

 

Foto Hasil karya ibu-ibu mengolah limbah galon air mineral menjadi pot tanaman karakter. (Foto: Dok. Ketik.com)Hasil karya ibu-ibu mengolah limbah galon air mineral menjadi pot tanaman karakter. (Foto: Dok. RT 15 Perumahan Taman Dhika)

Layaknya industri rumahan, para anggota tim Crafter 59 menjalankan proses pembuatan secara bertahap.

Mulai dari membersihkan galon bekas, mendesain bentuk karakter, menggunting bagian tertentu, hingga mengecatnya agar terlihat menarik.

Hasil kreativitas tersebut kemudian ditempatkan di berbagai titik area hijau lingkungan RT agar memperindah sudut-sudut kawasan perumahan.

Antusiasme warga terhadap pot hasil kreasi tersebut pun meningkat. Banyak warga yang tertarik dan memesan pot karakter untuk digunakan di rumah masing-masing.

Melihat peluang tersebut, tim Crafter 59 kemudian mulai menawarkan produknya kepada masyarakat umum.

"Hingga saat ini sudah terjual lebih dari 80 pot. Kami menjualnya seharga Rp25.000 per pot dan omzet penjualan dalam sebulan ini mencapai sekitar Rp1 juta," ujar Tuti.

Tak berhenti pada kreasi pot dari limbah galon, PKK RT 59 juga menjalankan berbagai program lingkungan lainnya.

Ketua PKK RT 59, Fitri Herning, mengungkapkan pihaknya telah mengembangkan program penanaman tanaman obat keluarga (toga) di rumah-rumah warga maupun area bersama.

Selain itu, warga juga membuat Kebun Bersama yang ditanami berbagai jenis tanaman sayur dan buah.

Di area tersebut turut dibuat kolam yang diisi bibit ikan nila dan mujair. Hasil dari kebun tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi warga maupun kegiatan lingkungan.

Fitri mengatakan pengelolaan lingkungan di RT 59 juga mencakup pengumpulan berbagai jenis limbah yang masih memiliki nilai ekonomi.

Warga telah menyediakan tempat khusus untuk mengumpulkan botol plastik bekas dan minyak jelantah yang kemudian disetorkan secara berkala kepada pengepul.

Tidak hanya itu, setiap tahun warga juga rutin menggelar gerakan pengumpulan buku bekas. Buku-buku tersebut kemudian dijual dan hasilnya dimasukkan sebagai pemasukan kas RT.

Ia berharap berbagai kegiatan tersebut tidak hanya menjadikan lingkungan lebih bersih dan hijau, tetapi juga menjadi wadah mempererat hubungan antarwarga.

"Hasilnya yang jadi pemasukan kas RT akan kembali digunakan untuk kegiatan warga dan perawatan lingkungan," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Limbah Galon Bekas Bernilai Rupiah Ekonomi Sirkular Pengolahan Sampah Plastik