KETIK, JAKARTA – Minum kopi setiap hari perlu disertai perhatian terhadap jumlah kafein yang masuk ke tubuh. Takaran yang dapat ditoleransi seseorang belum tentu sama dengan orang lain karena dipengaruhi sensitivitas tubuh, kondisi kesehatan, dan kandungan kafein dalam setiap sajian.
Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr. Widya Khairunnisa Sarkowi, menyebut orang dewasa sehat umumnya dapat menoleransi konsumsi kafein sekitar 300–400 miligram per hari. Jumlah tersebut sering diperkirakan setara dengan dua hingga tiga cangkir kopi, meskipun kandungan kafein sebenarnya bergantung pada jenis kopi, ukuran sajian, dan cara penyajiannya.
“Untuk sebagian besar orang dewasa sehat, FDA (Food and Drug Administration) menyebut konsumsi kafein hingga sekitar 400 mg per hari umumnya tidak memiliki efek negatif,” jelasnya.
Batas tersebut bukan berarti setiap orang dapat mengonsumsi kafein sebanyak itu tanpa mempertimbangkan kondisi tubuh. Sebagian orang lebih sensitif terhadap kafein dan dapat mengalami jantung berdebar, gangguan irama jantung, sulit tidur, atau mudah gelisah.
Widya menyarankan orang yang mengalami keluhan tersebut agar membatasi konsumsi kopi sesuai kondisi masing-masing. Orang yang memiliki masalah asam lambung atau penyakit refluks gastroesofagus (GERD) juga perlu memperhatikan respons tubuh setelah minum kopi.
Ibu hamil perlu membatasi asupan kafein lebih ketat. Perhitungannya harus mencakup seluruh sumber kafein, bukan hanya kopi, tetapi juga teh dan cokelat.
“Pada ibu hamil, kafein disarankan tidak melebihi 200 mg per hari dari seluruh sumber, termasuk kopi, teh, dan cokelat,” imbuhnya.
Selain jumlah kafein, masyarakat perlu memperhatikan bahan tambahan dalam minuman kopi. Gula, sirup, krimer, dan susu tinggi kalori dapat meningkatkan asupan gula serta energi harian secara signifikan.
Jika dikonsumsi terlalu sering, minuman tinggi gula dan kalori dapat berkontribusi terhadap masalah metabolik, termasuk resistensi insulin. Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak hanya menghitung jumlah cangkir kopi, tetapi juga memperhatikan komposisi minumannya.
Konsumsi kopi yang wajar dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat, tetapi takaran yang sesuai tetap bergantung pada kondisi setiap orang. Mereka yang memiliki penyakit tertentu atau mengalami keluhan setelah minum kopi sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai batas konsumsi yang tepat.
