KETIK, JAKARTA – Pemerintah Iran menegaskan bahwa Israel merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesepakatan perdamaian yang tengah dirundingkan antara Teheran dan Amerika Serikat. Pernyataan tersebut muncul ketika kedua negara disebut semakin dekat menuju penandatanganan memorandum perdamaian yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Teheran memandang Amerika Serikat dan Israel berada dalam satu kubu dalam kesepakatan tersebut. Sementara itu, Iran dan Hizbullah dianggap berada pada pihak lainnya.
"Saya ingin menekankan poin penting: Dari perspektif kami, satu pihak dalam memorandum ini adalah Amerika Serikat dan Israel, pada pihak lain yaitu Iran dan Hizbullah," kata Araghchi saat bertemu para perwakilan misi diplomatik asing, Selasa.
Araghchi menjelaskan bahwa penghentian konflik di Lebanon menjadi elemen krusial dalam upaya mengakhiri ketegangan yang lebih luas antara Iran dan Amerika Serikat. Menurutnya, perang belum dapat dinyatakan berakhir selama pasukan Israel masih berada di wilayah Lebanon yang didudukinya selama konflik berlangsung.
"Tanpa penarikan pasukan Israel dari wilayah yang mereka jajah selama perang saat ini, perang tak dapat dianggap berakhir sepenuhnya," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap aksi militer Israel di Lebanon setelah memorandum berlaku akan dianggap sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan tersebut. Karena itu, Iran menempatkan penghentian konflik di Lebanon sebagai bagian penting dalam implementasi perjanjian damai yang sedang disusun.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan dengan Iran telah selesai dirampungkan. Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan sejumlah langkah lanjutan akan segera dijalankan, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade angkatan laut Amerika Serikat. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci mekanisme pelaksanaan kebijakan tersebut.
"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak!" tulis Trump melalui platform Truth Social miliknya.
Di sisi lain, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyampaikan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai titik temu setelah menjalani serangkaian perundingan intensif. Ia menyebut penandatanganan resmi perjanjian damai dijadwalkan berlangsung di Swiss pada 19 Juni mendatang.
Meski demikian, isi lengkap kesepakatan tersebut hingga kini belum dipublikasikan kepada publik. Sejumlah perbedaan pandangan juga masih muncul, terutama terkait posisi dan keterlibatan Israel dalam pelaksanaan perjanjian.
Sementara itu, pemerintah Israel dilaporkan tetap mempertahankan sikapnya untuk menempatkan pasukan di Lebanon. Tel Aviv beralasan kehadiran militer tersebut diperlukan demi menjaga kepentingan keamanan nasionalnya di kawasan.
.png)