Kasus Pencurian Sapi Ternak Resahkan Warga Lugu Simeuleu, Peternak Sampaikan Keluhan

24 September 2026 22:57 24 Sep 2026 22:57

Helman Gusti F., Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kasus Pencurian Sapi Ternak Resahkan Warga Lugu Simeuleu, Peternak Sampaikan Keluhan

Zainal Abidin (kiri) dan M. Ali P (kanan) warga Desa Lugu Kecamatan Simeulue yang kehilangan sapi, Kamis, 24 September 2026. (Foto: Helman/Ketik.com)

KETIK, SIMEULUE – Warga dan para peternak di wilayah Desa Lugu Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh tengah diliputi rasa resah dan khawatir akibat maraknya aksi pencurian hewan ternak, khususnya sapi, yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Kejahatan yang menyasar harta benda warga kecil ini membuat pemilik ternak harus meningkatkan kewaspadaan. 

Kondisi ini dirasakan langsung oleh warga setempat yang kesehariannya sebagai nelayan dan menggantungkan hidup dari hasil berternak.

Zainal abidin (44), salah seorang warga yang sapinya sempat hilang mengungkapkan bahwa aksi pencurian tersebut sangat meresahkan.

"Kami sangat resah dengan kejadian ini. Bagi kami, sapi bukan sekadar hewan peliharaan, tapi tabungan masa depan dan hasil jerih payah bertahun-tahun. Kalau dicuri seperti ini, tentu kerugiannya sangat besar bagi warga kecil," ujar Zainal. 

Lebih lanjut, Zainal menambahkan sapinya hilang pada Rabu, 9 September 2026, dan setelah dilakukan pencarian selama beberapa hari, sapinya ditemukan di salah satu desa dalam wilayah kecamatan Teupah Barat pada, Sabtu 19 September 2026.

"Sapi saya temukan di dalam kandang salah seorang warga setempat dengan inisial BS," terangnya

Anehnya, saat ditanyakan kepada pemilik kandang ia mengatakan bahwa sapi tersebut dititipkan oleh salah seorang warga dari luar dengan inisial HK. 

Hal senada juga disampaikan oleh M. Ali P (44) yang kehilangan ternaknya pada Jumat 4 September 2026, dan telah berhasil ditemukan di kandang BS.

"Setelah ditemukan, saudara BS juga tetap mengatakan bahwa sapi tersebut juga dititipkan oleh inisial HK," terang M. Ali.

Foto Tokoh Masyarakat Desa Lugu, Hansipar saat ditemui Jurnalis Ketik.com. Kamis, 24 September 2026. (Helman/Ketik.com)Tokoh nasyarakat Desa Lugu, Hansipar saat ditemui Jurnalis Ketik.com, Kamis, 24 September 2026. (Foto: Helman/Ketik.com)

Sementara itu, tokoh masyarakat, Hansipar menegaskan bahwa kasus pencurian hewan ternak di Desa Lugu sudah mencapai puluhan ekor.

"Kasus pencurian ternak didesa lugu ini sudah hampir 34 ekor, 1 orang pemilik ada sampai 7 ekor hilang, masing-masing per orangnya ada juga sampai 3 ekor yang hilang," ungkap Hansipar kepada Ketik.com, Kamis, 24 September 2026.

"Dan baru kali ini kita mendapat bukti hewan ternak warga Desa Lugu ditemukan di salah satu kandang warga dalam wilayah kecamatan Teupah barat inisial BS," lanjutnya.

Menurut Hansipar, kasus pencurian ini telah dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) pada Minggu 20 September 2026 pukul 18.00 WIB. 

"Kasus ini telah kita laporan langsung ke Pihak Polres Simeulue sesuai kesepakatan bersama korban, dan turut di hadir langsung oleh Kepala Desa Lugu Asmidin," jelasnya.

Ia berharap kepada pihak APH agar kasus pencurian hewan ternak ini menjadi perhatian khusus, agar dapat segera terungkap siapa dalang di baliknya.

"Kita duga pasti ada jaringannya, banyak orang-orang mereka di setiap desa sehingga pencurian hewan ternak ini sangat mudah dan mulus untuk dilakukan," terang Hansipar

Foto Kepala Desa Lugu, Asmidin saat diwawancarai oleh Jurnalis Ketik.com. Kamis, 24 September 2026. (Helman/Ketik.com)Kepala Desa Lugu, Asmidin saat diwawancarai Jurnalis Ketik.com. Kamis, 24 September 2026. (Foto: Helman/Ketik.com)

Kepala Desa Lugu, Asmidin, juga membenarkan bahwa ada warganya yang melapor telah kehilangan sapinya. 

"Pada hari Sabtu ada info dari warga dan sekdes bahwa ada ternak warga yang hilang, dan menurut keterangan juga bahwa hewan ternaknya telah ditemukan di salah satu desa dalam wilayah Teupah Barat," terang Kades. 

Berdasarkan temuan tersebut, pihak korban didampingi kepala desa dan tokoh masyarakat menuju desa tempat penitipan ternak untuk melakukan mediasi.

Namun, karena pihak HK yang menitipkan hewan ternak kepada BS tidak dapat dihubungi atau tidak hadir sehingga kasus tersebut dserahkan kepada pihak yang berwajib. 

"Kejadian ini telah dilaporkan oleh saudara M. Ali. P kepada pihak yang berwajib pada hari Minggu, 20 September 2026, dan saya turut mendampingi," Jelas Kades 

Kepala desa berharap agar permasalahan ini dapat diselesaikan secara tuntas dan ada titik temu yang jelas. Masyarakat desa diharapkan bisa mengambil pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.

Hingga dengan berita ini ditayangkan, pihak Polres Simeuleu belum bisa dihubungi.(*)

Tombol Google News

Tags:

Pencurian Ternak Simeuleu Polres Simeuleu Desa Lugu