KETIK, MADIUN – Nasib sial dialami dua remaja berinisial ATP (16) dan MRAR (14) yang berasal Madiun, Jawa Timur. Keduanya babak belur dikeroyok orang tidak dikenal (OTK) saat berada di perlintasan rel kereta api Desa Pandean, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Sabtu malam, 2 Mei 2026.
Keduanya mengalami luka-luka cukup serius, area wajah dan tubuhnya mengalami luka lebam akibat serangan OTK tersebut. Bahkan salah satu korban mengalami retak tangan dibagian siku sebelah kiri.
Tak hanya luka yang mereka alami, kendaraan sepedah motor yang ia tumpangi juga hancur akibat serangan OTK tersebut.
Berdasarkan pantauan CCTV dari lokasi tempat kejadian perkara (TKP) tepatnya diperlintasan palang pintu rel kereta api Desa Pandean, terlihat dari beberapa rombongan konvoi menggunakan sepeda motor melakukan penyerangan terhadap korban.
Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Agus Andi menjelaskan sekaligus membenarkan atas kejadian tersebut.
"Saat ini sudah kita tangani dan sudah ada tersangkanya," jawab Kasat Reskrim Agus Andi, pada Selasa, 5 Mei 2026.
Sementara Agus Bimo orang tua korban dari ATP, melalui sambungan telepon mengatakan, apa yang menimpa anaknya dan temannya wajib diproses secara hukum.
"Kemarin Senin, petugas dari Polres Madiun melakukan berita acara pemeriksaan (BAP) dirumah. Banyak pertanyaan yang ditanyakan kepada anak saya. Termasuk pakaian yang dikenakan anak saya waktu kejadian juga dibawa untuk menjadi barang bukti," jelasnya.
"Setelah dilakukan visum kondisi anak saya mengalami retak di siku sebelah kiri akibat lemparan batu. Saya berharap kasus ini ditangani dengan serius, supaya tidak melebar kemana mana," pungkasnya. (*)
