Wealth Wisdom 2026 Bandung Dorong Nasabah Siapkan Kekayaan untuk Generasi Berikutnya

1 Oktober 2026 22:37 1 Okt 2026 22:37

Iwa AS, Akhmad Sugriwa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Wealth Wisdom 2026 Bandung Dorong Nasabah Siapkan Kekayaan untuk Generasi Berikutnya

Management Permata Bank saat Media Briefing Wealth Wisdom 2026 di Kota Bandung, Rabu (30/9/26). (Foto:Permata)

KETIK, BANDUNG – Kekayaan tidak berhenti pada seberapa besar aset yang berhasil dikumpulkan. Bagi pemilik bisnis dan investor, tantangan berikutnya adalah memastikan kekayaan tersebut tetap bertumbuh, terlindungi, sekaligus memiliki nilai yang bisa diteruskan kepada generasi berikutnya.

Perspektif itu menjadi salah satu fokus Wealth Wisdom 2026 yang digelar Permata Bank di Bandung. Memasuki penyelenggaraan ke-12, acara tahunan tersebut mengusung tema Finding Balance, Building Resilience dan semangat Growing Together Through Changes.

Di tengah pertumbuhan ekonomi Jawa Barat sebesar 5,73 persen pada triwulan II 2026, pengelolaan kekayaan menghadapi kebutuhan yang semakin beragam. Nasabah tidak hanya membutuhkan strategi investasi, tetapi juga perlu mempertimbangkan keberlanjutan bisnis, kesehatan serta kesiapan generasi penerus.

Direktur Consumer & Branch Banking Permata Bank Eddie Sajoga mengatakan, pengelolaan kekayaan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan kehidupan nasabah.

“Pengelolaan kekayaan perlu dilihat secara lebih menyeluruh. Bukan hanya tentang bagaimana aset dapat terus berkembang, tetapi juga bagaimana kita menjaga keseimbangan, mempersiapkan diri menghadapi berbagai dinamika, dan memastikan apa yang kita miliki dapat mendukung hal-hal yang benar-benar berarti dalam kehidupan,” kata Eddie.

Dalam Wealth Wisdom 2026, Permata Bank membawa enam pilar sebagai perspektif pengelolaan kekayaan, yakni Frugality, Purpose, Health, Relation, Giving, dan Moments. Pilar tersebut memperluas pembahasan kekayaan dari sekadar pertumbuhan aset menjadi tujuan hidup, kesehatan, relasi, kontribusi dan pengalaman.

Di Bandung, pembahasan mengenai keberlanjutan kekayaan salah satunya hadir melalui kelas Beyond Wealth: A Legacy That Lasts bersama Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) sekaligus CEO Sintesa Group Shinta Kamdani.

Pembahasan tidak hanya menyentuh bagaimana bisnis dapat terus berkembang, tetapi juga bagaimana nilai, prinsip dan kontribusi yang dibangun selama menjalankan usaha dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.

Persoalan generasi penerus juga menjadi perhatian Permata Bank melalui program Permata Masa Depan. Putra-putri nasabah Private dan Priority berusia 15–25 tahun berkesempatan mengikuti Future Leaders Journey Shanghai 2026, dengan agenda kunjungan ke Fudan University, Shanghai Normal University, Xi'an Jiaotong-Liverpool University, Alibaba Company dan Bangkok Bank di Shanghai.

Program tersebut diarahkan untuk memperluas wawasan generasi muda mengenai dunia global, bisnis dan kepemimpinan.

Sementara itu, aspek kesehatan dibahas melalui kelas Healthy Body, Resilient Mind bersama dr. Gia Pratama. Kesehatan fisik dan ketahanan mental ditempatkan sebagai bagian dari kemampuan seseorang untuk tetap produktif, mengambil keputusan dan menikmati hasil dari kekayaan yang telah dibangun.

Dari sisi investasi, kelas Reading the Market, Building the Future menghadirkan investor saham Lo Kheng Hong dan Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Dr. Katarina Setiawan. Pembahasan diarahkan pada perkembangan pasar, kondisi ekonomi, peluang, risiko serta strategi investasi untuk kebutuhan jangka panjang.

Permata Bank juga memperkenalkan Digital Transaction Assistance (DiTA), layanan investasi berbasis hybrid yang menggabungkan otorisasi digital oleh nasabah dengan pendampingan Relationship Manager. Nasabah memperoleh fleksibilitas transaksi sekaligus tetap dapat mengakses pendampingan personal.

“Bagi kami, Growing Together berarti tumbuh bersama nasabah dalam berbagai tahap kehidupan. Ketika kebutuhan mereka berubah, cara kami mendampingi juga perlu terus berkembang,” ujar Eddie.

Bandung menjadi kota kelima dalam rangkaian Wealth Wisdom 2026 setelah Semarang, Makassar, Bali dan Medan. Rangkaian tahunan tersebut berlangsung di tujuh kota pada 21 Agustus hingga 22 Oktober 2026, sebelum berlanjut ke Surabaya dan ditutup di Jakarta.(*)

Tombol Google News

Tags:

Permata Permata Bank Wealth Wisdom kaya kekayaan Aset