KETIK, MALANG – Pandemi Covid-19 sempat menjadi masa keemasan bagi pedagang tanaman di Pasar Bunga Malang. Tren berkebun selama masa pandemi tersebut membuat penjualan tanaman melonjak hingga hampir dua kali lipat. Namun, kondisi tersebut berbalik setelah pandemi berakhir dan penjualan kini kembali menurun.
Seorang pedagang tanaman di Pasar Bunga Malang, Meli, mengatakan pandemi menjadi periode paling ramai selama dirinya berjualan sejak 2019. Menurutnya, masyarakat memanfaatkan waktu di rumah dengan membeli berbagai jenis tanaman untuk dijadikan hobi.
"Kalau waktu Corona malah enak. Itu rezekinya penjual bunga benar-benar waktu Corona. Soalnya orang enggak ke mana-mana, jadi untuk mengisi waktu luang dia bertanam," ujar Meli, Selasa, 04 Agustus 2026.
Meli juga mengungkapkan hampir seluruh pedagang bunga merasakan lonjakan penjualan pada masa tersebut. Ia memperkirakan omzet pedagang meningkat hingga hampir 100 persen dibandingkan kondisi normal.
"Hampir 100 persen waktu Corona. Semua rata kalau penjual bunga dulu. Kan enggak boleh ke mana-mana, jadi belinya di sini," katanya.
Meskipun begitu, kondisi terssebut tidak berlangsung lama. Setelah pandemi berakhir dan aktivitas masyarakat kembali normal, penjualan tanaman mengalami penurunan secara drastis. Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap tanaman tidak lagi setinggi saat pandemi.
"Setelah Corona drastis. Iya, ya itu dinaikkan, habis itu dijatuhkan," ucapnya.
Meli menilai saat ini penjualan sudah lebih stabil meski belum kembali seperti masa pandemi. Ia menyampaikan hasil penjualan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, jumlah pembeli tidak lagi seramai beberapa tahun lalu.
"Sekarang alhamdulillah dapat saja. Masih bisa untuk makan, untuk bawa pulang itu sudah alhamdulillah. Yang penting kita harus sehat, sehat badannya, sehat pikirannya," tuturnya.
Lebih lanjut, Meli menjual berbagai jenis tanaman di kiosnya. Ia menawarkan berbagai tanaman hias, tanaman buah, hingga sayuran. Harga tanaman hias dibanderol mulai Rp3.000, sedangkan tanaman buah dijual mulai sekitar Rp50 ribu hingga ratusan ribu rupiah. Harga tersebut bergantung pada jenis dan ukurannya. Menurutnya, tanaman buah masih menjadi salah satu komoditas yang penjualannya relatif stabil dibandingkan jenis tanaman lainnya.
