Dampak Pemadaman Listrik di Pekalongan, UMKM Merugi hingga Kehilangan Kepercayaan Pelanggan

24 Juni 2026 20:20 24 Jun 2026 20:20

Slamet Sumari, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Dampak Pemadaman Listrik di Pekalongan, UMKM Merugi hingga Kehilangan Kepercayaan Pelanggan

Pelaku UMKM mengolah adonan mi hijau saat proses produksi. Pemadaman listrik kerap menghambat penggilingan yang bergantung pada mesin. (Foto: Fahri/ketik.com)

KETIK, PEKALONGAN – Pemadaman listrik yang belakangan kerap terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Pekalongan mulai berdampak serius terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

‎‎Gangguan pasokan listrik tersebut tidak hanya menghambat proses produksi, tetapi juga menyebabkan kerugian ekonomi hingga menurunkan kepercayaan pelanggan.

‎‎Salah satu pelaku UMKM yang terdampak adalah Arofah, pengusaha catering snack sekaligus pemilik kedai mie ayam hijau sayur dan bakso di Kecamatan Doro. Ia mengaku aktivitas usahanya terganggu ketika pemadaman terjadi di tengah proses produksi.‎

‎“Ketika pemadaman terjadi saat proses penggilingan mie, kami sangat terganggu karena harus menggunakan gilingan manual yang membutuhkan waktu lebih lama dan tenaga ekstra,” ujar Arofah saat diwawancarai, Rabu, 24 Juni 2026.

‎Menurutnya, pemadaman listrik yang berlangsung selama dua hingga empat jam juga berdampak pada ketersediaan air dan penerangan, terutama saat cuaca hujan. Kondisi tersebut berimbas langsung pada kualitas hasil produksi.

‎“Dampaknya, kualitas produksi kami jadi kurang bagus. Bahkan, biaya produksi bisa bertambah karena harus mengulang produksi. Produk yang kurang bagus akhirnya hanya bisa dijual seadanya,” tambahnya.

‎Keluhan serupa disampaikan Vino, produsen tas spunbond asal Desa Watugajah, Kecamatan Kesesi. Ia menyebut pemadaman listrik dengan durasi lebih dari tiga hingga lima jam sangat menghambat proses produksi di tempat usahanya.

‎‎“Akibatnya, produksi terhambat, pengiriman jadi terlambat, dan itu bisa menimbulkan ketidakpercayaan dari pelanggan. Selain itu, kami juga harus menambah biaya lembur karyawan untuk mengejar target produksi,” jelas Vino.‎

‎Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan, Roufah Ainani, mengimbau para pelaku usaha agar lebih adaptif dalam menghadapi situasi pemadaman listrik.

‎Ia menyarankan pelaku UMKM untuk aktif memantau informasi dari PLN terkait jadwal pemadaman agar dapat menyesuaikan waktu produksi dan meminimalkan potensi kerugian.

‎“Dengan mengetahui jadwal pemadaman, pelaku usaha bisa mengatur proses produksi agar tidak terganggu. Selain itu, penting juga meningkatkan literasi terkait penyimpanan makanan, terutama untuk produk beku saat listrik padam,” ujarnya.

‎Roufah juga berharap pihak PLN dapat meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat terkait jadwal pemadaman listrik.

‎“Kami berharap informasi pemadaman dapat disampaikan lebih luas, minimal tiga hari sebelumnya, sehingga pelaku usaha bisa lebih siap dan meminimalisir kerugian,” tandasnya.(*) 

Tombol Google News

Tags:

pemadaman listrik Umkm Pekalongan Kabupaten Pekalongan PLN Usaha Mikro Berita Pekalongan