KETIK, BATU – Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto mengenang pengalamannya sebagai Aremania saat menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) II Aremania Utas di Selecta Hotel, Kota Batu, Sabtu, 20 Juni 2026.
Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota yang akrab disapa Mas Heli ini mengaku bangga dengan keberadaan Presidium Aremania yang kini dinilai mampu menjadi wadah sekaligus jembatan komunikasi bagi para suporter Arema.
Di hadapan peserta Munas, Mas Heli menceritakan pengalamannya saat masih aktif mengikuti pertandingan tandang Arema ke berbagai daerah.
Menurutnya, pada masa itu belum ada wadah resmi yang dapat membantu atau mendampingi suporter ketika menghadapi persoalan di perjalanan maupun di lokasi pertandingan.
“Saya bangga dengan adanya Presidium Aremania ini. Dulu, berdasarkan pengalaman pribadi, ketika kami menonton Arema di luar kota dan menghadapi permasalahan, baik di perjalanan maupun di venue pertandingan, tidak ada yang mengurus atau menjadi tempat kami mengadu,” ungkapnya.
Ia kemudian mengenang salah satu pengalaman saat mengikuti laga tandang Arema ke Solo. Menurutnya, situasi yang memanas antar suporter kerap terjadi sehingga membuat sejumlah Aremania harus berurusan dengan aparat keamanan.
“Saya pernah menonton Arema tandang ke Solo. Sebagaimana suporter pada umumnya, terkadang terjadi gesekan atau kericuhan kecil. Saat itu kami sempat diamankan. Nah disitu kami ini telpon," kenangnya.
"Sak kenek-kenek e kalau bahasa Malangan, sak onone seng kiro-kiro dipercaya bisa membantu konco-konco Aremania. entah itu Pak RT, entah Pak Lurah, entah siapa, waktu itu kita telpon,” cerita Mas Heli.
Mas Heli menilai kondisi tersebut kini jauh lebih baik dengan hadirnya Presidium Aremania yang berperan sebagai penghubung antara suporter dengan berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum maupun kelompok suporter lainnya di Indonesia.
“Dengan adanya Presidium Aremania, teman-teman suporter kini memiliki wadah yang jelas. Seperti yang disampaikan Mas Ali Rifky kepada saya, dalam setiap kegiatan Aremania pasti ada saja adik-adik kita yang mungkin melakukan kesalahan. Nah, Presidium ini bisa menjadi penyambung komunikasi antara Aremania dengan aparat penegak hukum maupun pihak-pihak terkait lainnya,” tuturnya.
Mas Heli berharap keberadaan Presidium Aremania tidak hanya berfungsi sebagai organisasi suporter, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi para pelaku usaha yang selama ini tumbuh dari kultur Aremania.
“Saya berharap Presidium ini tidak hanya berbicara soal suporter. Dulu banyak teman-teman Aremania yang menggantungkan penghasilan dari berjualan syal, kaus, dan berbagai atribut Arema. Mudah-mudahan melalui Presidium ini, UMKM milik Aremania di Malang Raya bahkan di berbagai daerah bisa kembali berkembang dan hidup,” katanya.
Sebagai bagian dari masyarakat Malang Raya, Mas Heli juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Aremania yang hadir dalam Munas II tersebut.
Ia mengaku masih memiliki kedekatan dengan komunitas Aremania Malabar yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sebagai pendukung Arema.
“Kota Batu merupakan bagian dari Malang Raya. Saya juga mewakili teman-teman Aremania Malabar, karena sampai sekarang masih ikut bergabung bersama mereka. Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh Aremania yang hadir dan terus menjaga semangat kebersamaan ini,” pungkasnya. (*)
.png)