KETIK, ASAHAN – Wakil Bupati Asahan Rianto mendukung keterlibatan generasi muda dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dukungan tersebut disampaikan saat membuka Talk Show Edukatif Jilid II bertema “Pemuda Bersatu Melawan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak” di Aula Kantor Camat Sei Dadap, Rabu, 14 Oktober 2026.
Rianto mengapresiasi inisiatif mahasiswa dan pelajar yang menggelar kegiatan edukatif sebagai bentuk kepedulian terhadap perlindungan perempuan dan anak. Menurut dia, partisipasi pemuda dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat upaya pencegahan kekerasan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
“Saya bangga melihat gerakan adik-adik pelajar yang mengambil bagian dalam melawan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ini merupakan bentuk kepedulian nyata yang patut kita apresiasi dan dukung bersama,” ujar Rianto.
Ia berharap Kabupaten Asahan terus berkembang menjadi Kabupaten Layak Anak serta daerah yang aman dan ramah bagi perempuan. Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah membutuhkan dukungan organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat.
Rianto juga menyampaikan apresiasi kepada BAPAM yang dinilai berkontribusi melalui kegiatan edukatif dan gerakan sosial. Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Asahan mendukung peran aktif pemuda dalam berbagai program perlindungan terhadap kelompok rentan.
“Mari kita berkolaborasi dan memperkuat sinergi dalam melawan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pemerintah Kabupaten Asahan mengucapkan terima kasih atas kontribusi BAPAM. Kami mendukung langkah positif ini karena tujuan yang jelas, yaitu melindungi perempuan dan anak di Kabupaten Asahan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum BAPAM Bagus Fadillah Putra menilai pemuda dan mahasiswa memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa maupun daerah. Sebagai kelompok intelektual, mereka tidak hanya perlu mengembangkan kemampuan akademis, tetapi juga menjalankan fungsi kontrol sosial dan menyampaikan gagasan yang kritis serta konstruktif.
Bagus mengatakan, generasi muda juga dapat menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat dengan menyuarakan aspirasi serta kepentingan publik.
“Sebagai pemuda dan mahasiswa, kita harus mampu memberikan ide dan pemikiran kritis untuk membangun Kabupaten Asahan. Kita juga harus menjadi garda terdepan dalam menyuarakan kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Camat Sei Dadap Syamsul turut mendukung penyelenggaraan Talk Show Edukatif Jilid II tersebut. Ia berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.
"Kami mendukung kegiatan ini dan siap berpartisipasi dalam program-program BAPAM, khususnya yang berkaitan dengan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara mendorong generasi muda untuk mengambil peran nyata dalam membangun kesadaran publik dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah serta masyarakat guna menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak di Kabupaten Asahan. (*)
