KETIK, MALANG – Warung Isor Nongko telah menjadi tempat yang akrab bagi kalangan wartawan di Kota Malang. Di balik kesederhanaannya, warung makan yang kini berada di Jalan Gajahmada itu menyimpan perjalanan panjang.
Sejak berdiri pada 2002, Warung Isor Nongko tercatat telah berpindah lokasi sebanyak tiga kali sebelum akhirnya menetap di lokasi saat ini.
Pemilik Warung Isor Nongko, Hari, yang juga mantan wartawan Surabaya Post, mengatakan usaha tersebut berawal dari warung gorengan milik mertuanya yang berada di bawah pohon nangka di Jalan Gajahmada Kota Malang.
Kala itu, rekan-rekan sesama wartawan yang kerap berkumpul di sana mengusulkan agar warung menyediakan menu makanan berat.
"Awalnya hanya jual gorengan. Teman-teman wartawan sering datang dan meminta supaya ada menu makanan. Akhirnya mulai ditambah menu makan," ujarnya saat ditemui Senin, 27 Juli 2026.
Dari lokasi pertama itulah nama Warung Isor Nongko lahir. Sebutan tersebut berasal dari letaknya yang berada tepat di bawah pohon nangka. Nama itu justru diberikan oleh para pelanggan yang sebagian besar merupakan wartawan dan terus melekat hingga sekarang.
Pemilik Warung Isor Nongko, Hari (Kanan), melayani pelanggan di warungnya. (Foto: Alifia/Ketik.com)
Namun, warung tersebut tidak selamanya dapat bertahan di lokasi awal. Setelah pemerintah melakukan penataan kawasan, para pedagang tidak lagi diperbolehkan berjualan di tepi jalan. Kondisi tersebut membuat Hari memutuskan mencari lokasi baru untuk usahanya.
Perpindahan pertama membawa Warung Isor Nongko ke sebuah bangunan yang kini menjadi Pujasera Cinta di belakang Gedung DPRD Kota Malang. Meski sempat berkembang di lokasi tersebut, Hari kembali memindahkan usahanya setelah beberapa waktu.
Warung kemudian menempati lokasi ketiga yang merupakan bekas Restoran Inggil di Jalan Gajahmada. Bangunan tersebut sebelumnya sempat kosong setelah restoran pindah ke kawasan lain.
Sejak sekitar 2022, Warung Isor Nongko resmi beroperasi di lokasi tersebut dan tetap mempertahankan pelanggan setianya.
Lokasi baru yang berada di kawasan perkantoran membuat warung ini semakin mudah dijangkau para wartawan usai meliput agenda pemerintahan maupun kepolisian. Tak heran jika Warung Isor Nongko masih dikenal sebagai salah satu markas wartawan di Kota Malang.
Lebih dari dua dekade berdiri, Warung Isor Nongko tak hanya bertahan melewati perpindahan tempat, tetapi juga menjadi saksi perjalanan dunia jurnalistik di Kota Malang.
Dari warung sederhana di bawah pohon nangka hingga menempati bangunan yang lebih representatif, tempat ini tetap menjadi ruang berkumpul para wartawan sekaligus destinasi kuliner yang terus dicari masyarakat.(*)
