KETIK, PURBALINGGA – Kecelakaan tunggal yang menimpa sebuah mobil pikap pengangkut telur di Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, berujung ironi.
Saat sopir masih terjebak di dalam kabin kendaraan yang terguling, sejumlah warga justru diduga mengambil telur yang berserakan di lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut terjadi di tanjakan Jembatan Kali Kacangan.
Mobil pikap yang mengangkut sekitar 133 peti atau sekitar 1,3 ton telur mengalami kecelakaan hingga terguling. Akibatnya, ribuan butir telur berhamburan di badan jalan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sopir pikap, Arif, mengatakan dirinya bersama rekannya, Romadhon, sempat terjebak di dalam kabin kendaraan selama kurang lebih 30 menit setelah kecelakaan terjadi.
Namun saat berhasil keluar dari kabin, sebagian besar muatan telur disebut telah hilang. Di lokasi kejadian hanya tersisa pecahan cangkang telur yang berserakan.
Akibat kejadian tersebut, pemilik muatan diperkirakan mengalami kerugian mencapai sekitar Rp26 juta.
Melalui pemerintah desa setempat, pemilik muatan kemudian menyampaikan permohonan kepada warga yang telah mengambil telur agar bersedia mengembalikannya.
Langkah itu ditempuh sebagai bentuk penyelesaian secara kekeluargaan sekaligus untuk meringankan kerugian yang dialami.
Pemilik muatan mengaku masih berharap adanya itikad baik dari masyarakat tanpa harus membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.
Hingga kini belum ada informasi resmi mengenai adanya laporan polisi terkait dugaan pengambilan muatan tersebut. Sementara penyebab pasti kecelakaan tunggal yang mengakibatkan kendaraan terguling masih belum dijelaskan secara rinci.(*)
.png)