Seminar Nasional Kearsipan, Diantyo Nugroho Tekankan Pentingnya Ilmu Kearsipan bagi Generasi Muda

16 Oktober 2026 15:43 16 Okt 2026 15:43

Nurul Aliyah, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Seminar Nasional Kearsipan, Diantyo Nugroho Tekankan Pentingnya Ilmu Kearsipan bagi Generasi Muda

Diantyo Nugroho, Ketua Tim Perumusan Kebijakan Tata Kelola Kearsipan Instansi Pusat di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sedang menjelaskan pengetahuan terkait kearsipan di Indonesia dalam Seminar Nasional Kearsipan pada Jumat, 16 Oktober 2026. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Bank Indonesia (BI) Malang menyelenggarakan Seminar Nasional Kearsipan dengan mengusung tema "Penataan dan Penyelamatan Memori Lembaga: Menjaga Jejak, Memelihara Bangsa" pada Jumat, 16 Oktober 2026 di Perpustakaan Umum Kota Malang.

Seminar ini menghadirkan langsung Diantyo Nugroho, Ketua Tim Perumusan Kebijakan Tata Kelola Kearsipan Instansi Pusat di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Dino Wahyu Saputro dari Bank Indonesia sebagai narasumber. Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan pelajar di Kota Malang hingga mahasiswa dari berbagai kampus.

Forum diskusi ini menjadi acara penting bagi para pelajar Kota Malang untuk dapat memahami bahwa kearsipan menjadi bagian penting dalam negara. Sehingga, generasi muda penting untuk mengetahui pelajaran terakhir kearsipan.

Diyanto Nugroho menyampaikan bahwa saat ini kearsipan telah berkembang dan bertumbuh. Meski masih memiliki banyak kekurangan, ANRI telah ikut bertransformasi digital. Hal ini membuktikan bahwa Kearsipan Indonesia tidak tertinggal dengan negara-negara lain. 

"Secara kearsipan kita terus berkembang, terutama kita sudah mulai bertransformasi digital, kemudian kita mengelola kearsipan tidak lagi dalam bentuk tekstual ataupun kertas, tapi sudah dalam bentuk digital mulai dari konsep sampai dengan penandatanganan, kemudian dikirim kepada tujuan gitu, itu sudah dalam bentuk digital," ujar Diyanto Nugroho.

Dengan bertransformasi digital, Diyanto Nugroho menjelaskan keamanan dengan membentuk lembaga Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang telah mengatur segala keamanan digital.

Menurutnya, BSSN telah sangat ahli dalam menangani keamanan sistem digital pada ANRI. Ia juga mengatakan jika terjadi kasus di pemerintah, bukan dari segi keamanan, akan tetapi dari sisi lainnya.

Kegiatan seminar ini tentunya sebagai wujud pentingnya ilmu kearsipan bagi generasi muda. Hal ini juga disampaikan oleh Diyanto Nugroho bahwa ilmu tentang kearsipan memang sangat penting bagi generasi muda. Ia menyebut pengelolaan arsip atau Records Manager masih sangat diperlukan di dunia kerja. 

"Ilmu kearsipan sangat penting apalagi kalau misalkan sekarang kita kalau lihat dari ilmu gitu ya, kalau misalkan ilmu yang lain mungkin dia secara umum gitu ya, tapi ketika kita bicara ilmu kearsipan, maka dia spesifik terkait dengan pengelolaan arsip," jelas Diyanto Nugroho.

"Sebenarnya kalau tadi dibahas juga dari teman-teman BI gitu, sebenarnya yang namanya Records Manager gitu ya ataupun pengelola arsip itu masih banyak diperlukan di dunia kerja," imbuhnya.

Tentunya itu membuka peluang kerja bagi generasi muda, khususnya mahasiswa. Diyanto Nugroho menekankan bahwa belajar ilmu kearsipan akan menjadi salah satu titik poin untuk mengetahui bagaimana dapat berkembang di dunia kerja.

"Ini menjadi salah satu juga bagian dari peluang kerja buat generasi muda apalagi teman-teman mahasiswa gitu ya, ketika belajar gitu ya apalagi ilmu karsipan itu bisa menjadi salah satu titik poin untuk bagaimana kita nanti berkembang di dunia kerja," tegasnya.

Melalui Seminar Nasional Kearsipan, Bank Indonesia Malang ingin memberikan ruang diskusi bagi para pelajar atau mahasiswa untuk mengetahui pentingnya kearsipan di Indonesia.(*)

Tombol Google News

Tags:

Bank Indonesia Malang BI Malang Kearsipan Indonesia ANRI Seminar Nasional Kearsipan Diyanto Nugroho Kota Malang