Semarak Hari Jadi Ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Serahkan Alsintan untuk Petani Magetan

7 Oktober 2026 10:03 7 Okt 2026 10:03

Aretha Zizi S., Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Semarak Hari Jadi Ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Serahkan Alsintan untuk Petani Magetan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan sembilan unit alat dan alsintan kepada kelompok tani di Kabupaten Magetan, pada Selasa, 6 Oktober 2026. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan sembilan unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di Kabupaten Magetan. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Ke-81 Provinsi Jawa Timur di Lapangan Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran, Selasa, 6 Oktober 2026.

Sembilan unit bantuan tersebut terdiri atas tiga alsintan prapanen dan enam alsintan pascapanen. Sepanjang 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memfasilitasi 341 unit alsintan bagi petani di berbagai daerah, terdiri atas 231 unit alsintan prapanen dan 110 unit alsintan pascapanen.

Dalam kegiatan yang turut dihadiri Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti itu, Khofifah mengatakan penguatan sektor pertanian merupakan salah satu cara mengisi kemerdekaan. Menurutnya, perjuangan para pendahulu perlu dilanjutkan melalui kerja nyata, salah satunya menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia mencontohkan sosok Gubernur pertama Jawa Timur, Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo, yang memiliki tekad kuat mempertahankan kemerdekaan.

“Gubernur pertama di Jawa Timur adalah Raden Mas Tumenggung Ario, tokoh, pemimpin, dan pejuang yang luar biasa. Beliau memiliki tekad kuat mempertahankan kemerdekaan. Sekarang panjenengan para kelompok tani mengisi kemerdekaan dengan mewujudkan ketahanan pangan,” ujar Khofifah.

Khofifah mengatakan peran petani semakin strategis seiring upaya Jawa Timur tidak hanya menjaga ketahanan pangan, tetapi juga menuju kedaulatan pangan yang berkelanjutan.

“Di Jawa Timur ini insyaallah kita sudah menuju dari ketahanan pangan ke kedaulatan pangan berkelanjutan. Jadi ini peran panjenengan mengisi kemerdekaan luar biasa,” katanya.

Menurut Khofifah, upaya tersebut perlu didukung modernisasi pertanian melalui penguatan mekanisasi dari sektor hulu hingga hilir. Pemanfaatan alsintan dinilai dapat meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan produktivitas petani.

“Dengan meningkatkan alat mesin pertanian (alsintan) bisa meningkatkan produktivitas, efisiensi, efektivitas. Kalau efisien, efektif dan produktif, insyaallah income petani akan meningkat, berarti kesejahteraan para petani insyaallah juga meningkat,” ungkapnya.

Rincian Alsintan

Tiga unit alsintan prapanen yang diserahkan meliputi satu hand traktor singkal kepada Poktan Margo Utomo di Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran.

Sementara itu, Poktan Sarakan di Desa Mategal, Kecamatan Parang, dan Poktan Mapan di Desa Ngentep, Kecamatan Kawedanan, masing-masing menerima cultivator.

Untuk enam unit alsintan pascapanen, Poktan Kerang dan Poktan Waduk 2 di Desa Kerang, Kecamatan Takeran, masing-masing menerima power thresher multiguna mobile.

Selanjutnya, Gapoktan Sumber Rejeki dan Poktan Rukun Makmur I di Desa Kinandang, Kecamatan Bendo, masing-masing menerima combine harvester besar.

Sedangkan Poktan Sri Agung di Desa Belegondo, Kecamatan Ngariboyo, dan Poktan Sridadi di Desa Sundul, Kecamatan Parang, masing-masing menerima corn sheller mobile.

Khofifah menegaskan bantuan alsintan tidak boleh sekadar menjadi tambahan aset kelompok tani. Menurutnya, alat tersebut harus digunakan untuk memperluas manfaat mekanisasi bagi petani.

“Alat ini harus benar-benar bekerja di lahan. Jangan hanya menjadi aset kelompok, tetapi harus menjadi sarana yang bisa dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat seluas-luasnya kepada petani,” tegasnya.

Ia optimistis pemanfaatan alsintan secara optimal dapat mempercepat pengolahan lahan hingga proses panen dan pascapanen. Kondisi tersebut diharapkan menekan biaya usaha tani sekaligus mengurangi potensi kehilangan hasil.

“Ketika pekerjaan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat waktu, maka ada efisiensi tenaga dan biaya. Pada saat yang sama, kehilangan hasil bisa ditekan. Ini semua bermuara pada peningkatan produktivitas dan nilai ekonomi yang diterima petani,” tuturnya.

Khofifah menambahkan, penguatan mekanisasi perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas petani, penguatan kelembagaan kelompok tani, pendampingan penyuluh, dan akses pasar.

Dengan pendekatan tersebut, peningkatan produksi pangan diharapkan tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi petani.

“Pangan harus tersedia, produksi harus meningkat, tetapi kita juga harus memastikan petani yang memproduksi pangan itu mendapatkan manfaat ekonomi yang semakin baik. Karena itu, produktivitas, efektivitas dan efisiensi menjadi sangat penting,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para penyuluh pertanian yang terus mendampingi petani di lapangan. Khofifah berharap seluruh dukungan pemerintah dapat memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat Magetan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Magetan. Mudah-mudahan perekonomian, terutama dari sektor pertanian di Kabupaten Magetan, akan terus meningkat dan barokah,” kata Khofifah.

Kepada para petani dan seluruh pihak yang terlibat dalam penguatan sektor pertanian, Khofifah juga mendoakan agar upaya membangun pertanian Jawa Timur membawa kesehatan dan kesejahteraan.

“Mugi panjenengan sehat, sehat lahirnya, sehat batinnya, sehat ekonominya. Terima kasih sedanten ingkang rawuh di tempat ini. Salam sehat, bahagia, sejahtera semuanya,” pungkas Khofifah. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Menyerahkan Alsintan Tingkatan Produktivitas Petani Kabupaten Magetan