KETIK, BATU – Program-program unggulan dalam visi pembangunan mBatu SAE (Madani, Berkelanjutan, Agrokreatif, Terpadu, Unggul, Sinergi, Akomodatif, Ekologis) mulai dipercepat realisasinya.
Pemerintah Kota Batu menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) segera menuntaskan dokumen perencanaan dan Detail Engineering Design (DED) sebagai syarat pelaksanaan pembangunan fisik berbagai proyek strategis yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027.
Arahan tersebut disampaikan Wali Kota Batu Nurochman didampingi Wakil Wali Kota Heli Suyanto saat memimpin Coffee Morning bersama seluruh kepala perangkat daerah di Ruang Rupatama Lantai 5 Balai Kota Among Tani, Senin, 13 Juli 2026.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batu, Aries Setiawan, mengatakan seluruh perangkat daerah kini mulai memasuki tahap percepatan pelaksanaan program sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
“Instruksi Bapak Wali Kota jelas, seluruh OPD harus mulai merealisasikan visi misi mBatu SAE sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Tahun ini difokuskan pada penyelesaian kajian, perencanaan, dan DED sehingga mulai 2027 pembangunan fisik sudah bisa berjalan,” ujarnya.
Menurut Aries, masing-masing OPD telah memperoleh mandat untuk mengawal program prioritas yang menjadi bagian dari visi pembangunan Kota Batu.
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), misalnya, bertanggung jawab menyiapkan pembangunan sport center. Dinas Pertanian mengembangkan program Smart Integrated Farming, sedangkan Dinas Pariwisata mengawal pengembangan Batu Art Preneur.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyiapkan program industri pengolahan sampah, Dinas Pendidikan melanjutkan Program 1.000 Sarjana, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) mengembangkan Mall UMKM di kawasan GOR Ganesha, serta Dinas Kesehatan merealisasikan program satu desa atau kelurahan satu dokter siaga.
Aries menjelaskan Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) memiliki peran sentral dalam memastikan seluruh program berjalan sesuai tahapan.
“Bapelitbangda menjadi tonggak perencanaan. Seluruh program didistribusikan kepada OPD pengampu agar pelaksanaannya berjalan sesuai tahapan dan tidak menyalahi ketentuan yang berlaku,” katanya.
Ia mengakui sebagian besar program masih berada pada tahap persiapan karena memerlukan kajian teknis, penyusunan dokumen administrasi, hingga penyelesaian DED sebelum memasuki tahap pembangunan fisik.
Meski demikian, sejumlah program sudah mulai berjalan. Di antaranya Program 1.000 Sarjana yang telah dilaksanakan sejak awal masa pemerintahan serta layanan satu desa atau kelurahan satu dokter siaga yang kini mulai diterapkan oleh Dinas Kesehatan.
Aries menambahkan setiap program dirancang untuk memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor.
Program Smart Integrated Farming, misalnya, tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga membantu petani dalam pengelolaan budidaya hingga pemasaran hasil panen melalui sistem yang terintegrasi.
Di sektor ekonomi kreatif, Batu Art Preneur diproyeksikan menjadi ruang pengembangan bagi pelaku UMKM dan seniman lokal agar memiliki wadah memasarkan karya sekaligus memperluas promosi produk kreatif Kota Batu.
Sementara pembangunan sport center diharapkan mampu menjadi pusat pembinaan atlet sekaligus fasilitas olahraga yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan prestasi maupun kualitas hidup sehat.
“Dengan kolaborasi seluruh perangkat daerah dan partisipasi masyarakat, mBatu SAE diharapkan mampu mewujudkan Kota Batu yang Sedoyo Sae atau baik untuk semua, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dari berbagai aspek menuju Generasi Emas 2045,” pungkas Aries. (*)
.png)