Pengurus Lembaga Adat Dalihan Natolu Tabagsel Asahan Dilantik, Pemkab Dorong Peran Aktif untuk Pembangunan

26 April 2026 07:40 26 Apr 2026 07:40

Firmansyah Manday, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Pengurus Lembaga Adat Dalihan Natolu Tabagsel Asahan Dilantik, Pemkab Dorong Peran Aktif untuk Pembangunan

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Asahan, M. Azmi Ismail, berfoto bersama pengurus Lembaga Adat Dalihan Natolu Tapanuli Bagian Selatan. (Foto : Dikominfo Asahan)

KETIK, ASAHAN – Pemerintah Kabupaten Asahan mendorong penguatan peran lembaga adat dalam menjaga persatuan sekaligus mendukung pembangunan daerah. Hal ini mengemuka dalam pelantikan pengurus Lembaga Adat Dalihan Natolu Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) Kabupaten Asahan periode 2025–2029.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Asahan, M. Azmi Ismail, menghadiri langsung prosesi pelantikan yang digelar di Rumah Adat Solo Godang Tabagsel, Jalan Nusa Indah, Kelurahan Sei Renggas, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Sabtu, 25 April 2026. 

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Tabagsel Kabupaten Asahan H. Nauli Parlaungan Siregar, Ketua Majelis Hatobangon Drs. Isa Harahap, Anggota DPR RI H. Anshori Siregar L.C, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, serta Armin Simatupang.

Dalam sambutannya, Azmi Ismail menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia menilai momentum pelantikan ini menjadi bagian penting dalam proses konsolidasi organisasi yang harus diikuti dengan kinerja nyata.

"Pelaksanaan kegiatan ini dapat meningkatkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan serta kebersamaan khususnya untuk menjaga masyarakat asahan kondusif, sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa pelantikan kepengurusan suatu organisasi merupakan rangkaian pelaksanaan konsolidasi organisasi yang sangat penting dan harus ditindaklanjuti dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi tersebut," ujarnya.

Ia berharap Lembaga Adat Dalihan Natolu Tabagsel mampu berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Asahan di berbagai sektor, mulai dari sosial, ekonomi, politik hingga budaya. Menurutnya, organisasi adat memiliki peran strategis dalam menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah.

Azmi juga mendorong seluruh pengurus untuk terus meningkatkan kapasitas, khususnya dalam aspek manajerial, agar organisasi semakin profesional dan mampu bersaing. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dinilai menjadi kunci agar lembaga adat dapat berperan optimal dalam pembangunan daerah.

"Kita berharap nantinya Lembaga Adat Dalihan Natolu Tapanuli Bagian Selatan dapat mempertahankan budaya khususnya pada generasi muda yang penuh tanggung jawab, kita tidak ingin budaya hanya tinggal sejarah, perlu bersatu dan tunjukkan bahwa Lembaga Adat Dalihan Natolu Tapanuli Bagian Selatan itu telah memberi kontribusi baik pada negeri," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tabagsel Kabupaten Asahan periode 2025–2029, H. Nauli Parlaungan Siregar, mengajak seluruh pengurus untuk membangun organisasi dengan program yang konkret dan berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya warga Tabagsel di Asahan.

Ia menyebutkan, berdasarkan data yang dimiliki, sekitar 17 persen masyarakat Asahan berasal dari wilayah Tapanuli Bagian Selatan. Karena itu, ia menilai penting adanya upaya untuk memperkuat persatuan serta memperluas jangkauan organisasi hingga ke tingkat kecamatan.

"Mari sama-sama kita bangun organisasi Tabagsel ini kita harus memiliki program nyata yang bisa berdampak kepada masyarakat Kabupaten Asahan khususnya warga Tabagsel biasa ini menurut data yang kami dapat hampir 17% warga dari Tapanuli Bagian Selatan ini merupakan tugas kita bersama untuk menyatukan ini untuk membuat ini lebih bersatu lagi ke depan, mari sama-sama kita bangun sampai ini nanti ke kecamatan-kecamatan ini merupakan tanggung jawab kita bersama," ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh anggota untuk menjaga solidaritas sosial, termasuk saling membantu dalam berbagai kondisi, serta tetap melestarikan adat dan budaya di tengah perkembangan zaman.

"Mari sama-sama kita bergotong-royong apabila ada dengar saudara kita mungkin ada kabar duka ayo sama-sama kita saling mendukung dan saling menghadirinya begitu juga adat dan budaya kita di tengah-tengah sekarang kemajuan zaman ini Kita harus tetap menjunjung tinggi adat dan budaya kita mungkin kita tidak bisa lagi seperti di kampung halaman membuat adat itu tapi minimal lah kita bisa memberikan contoh kepada generasi kita ke depan," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Asahan ##azmiismail ##nauliparlaungansiregar ##dalihannatolu ##tabagsel ##pelantikanorganisasi ##budayaadat