Pendataan Pramuka Banten Diperkuat, Jadi Dasar Pembinaan Generasi Muda

21 Mei 2026 12:20 21 Mei 2026 12:20

Abdul Kohar

Editor
Thumbnail Pendataan Pramuka Banten Diperkuat, Jadi Dasar Pembinaan Generasi Muda

Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Data Kepramukaan tingkat Provinsi Banten digelar di Gedung Life Skill Kepemudaan, Kabupaten Pandeglang, Kamis (21/5/2026). (Foto: Pacul for ketik.com)

KETIK, PANDEGLANG – Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Data Kepramukaan tingkat Provinsi Banten digelar di Gedung Life Skill Kepemudaan, Kabupaten Pandeglang, Kamis (21/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem pendataan anggota Pramuka agar lebih akurat, terpadu, dan terintegrasi sebagai dasar penyusunan kebijakan pembinaan generasi muda di Banten.

Kegiatan itu dihadiri jajaran Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Banten, pengurus kwartir cabang, serta perwakilan organisasi kepramukaan dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten.

Kepala Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Banten, Tito Istianto, menegaskan bahwa gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, hingga kepemimpinan generasi muda.

Menurut Tito, keberhasilan pembinaan kepramukaan tidak dapat dilepaskan dari dukungan sistem data yang valid dan terintegrasi.

“Pramuka memiliki peran besar dalam pembentukan karakter dan kedisiplinan generasi muda. Karena itu, diperlukan data yang akurat, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan agar pembinaan berjalan tepat sasaran,” ujar Tito kepada wartawan.

Ia menjelaskan, sinkronisasi data kepramukaan menjadi bagian penting dalam menyatukan informasi terkait jumlah anggota, aktivitas pembinaan, sarana pendukung, hingga capaian program di seluruh tingkatan kwartir.

“Dengan satu data, maka perencanaan program menjadi lebih terarah, penganggaran lebih tepat, dan evaluasi kegiatan dapat dilakukan secara maksimal,” katanya.

Tito juga meminta seluruh peserta rapat koordinasi untuk menyampaikan kondisi riil di lapangan, termasuk berbagai hambatan yang dihadapi dalam proses pendataan anggota Pramuka.

“Forum ini bukan hanya sekadar sinkronisasi data, tetapi juga ruang untuk mencari solusi bersama agar sistem informasi kepramukaan semakin transparan, mudah diakses, dan mampu mendukung pembinaan generasi muda secara berkelanjutan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Kwarda Provinsi Banten, Prof Suwaib Amiruddin, menegaskan pentingnya percepatan pendataan anggota Pramuka di seluruh wilayah Banten.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini Banten telah mencatat sekitar 999 ribu anggota Pramuka dan menjadi salah satu daerah yang aktif menyetorkan data ke Kwartir Nasional melalui aplikasi Ayo Pramuka.

“Data menjadi sangat penting karena semua program pembinaan berangkat dari data. Kalau data tidak lengkap, kita tidak bisa membuat perencanaan dan prediksi program dengan baik,” ujar Suwaib.

Menurutnya, keberhasilan organisasi Pramuka di sejumlah daerah besar seperti Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah tidak terlepas dari sistem pendataan yang tertata dan berjalan optimal.

Karena itu, Kwarda Banten akan terus mendorong seluruh kwartir ranting, kwartir cabang, sekolah, hingga satuan karya (Saka) agar aktif melakukan pembaruan data anggota maupun kegiatan kepramukaan.

“Kita ingin memastikan seluruh kwaran, sekolah, dan Saka aktif berjalan. Kalau ada yang belum maksimal, harus dicari solusinya bersama,” katanya.

Suwaib juga mengakui masih terdapat sejumlah daerah di Banten yang belum optimal dalam proses pendataan anggota, di antaranya Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Kwarda Banten berharap sistem data kepramukaan di seluruh daerah semakin tertib dan terintegrasi sehingga dapat memperkuat program pembinaan generasi muda secara berkelanjutan di Provinsi Banten.(*)

Tombol Google News

Tags:

Pendataan Pramuka Banten Diperkuat Jadi Dasar Pembinaan Generasi Muda Kwarda Banten Suwaib Amiruddin Dispora Banten ketik.com