KETIK, SLEMAN – Mengantisipasi potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Sleman dan sekitarnya, Pemerintah Kabupaten Sleman mengambil langkah cepat. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Pemkab Sleman menggelar kegiatan Apel Kesiapsiagaan Karhutla Kabupaten Sleman Tahun 2026 di Lapangan Pemda Kabupaten Sleman, Jalan Candi Boko, Beran, Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman, pada Selasa pagi 11 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipimpin oleh Plt. Wakapolresta Sleman AKBP Sudarmawan. Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Bambang Kuntoro bertindak sebagai penanggung jawab penyelengaraan acara. Apel siaga ini mengerahkan sedikitnya 250 personel gabungan dari berbagai unsur kelembagaan, aparat penegak hukum, instansi teknis, hingga organisasi relawan kebencanaan.
Barisan pasukan apel secara tertib terbagi dalam delapan peleton terpadu guna menggambarkan kekuatan sinergi lintas sektor. Komposisi tersebut meliputi Peleton 1 dari Kodim 0732/Sleman sebanyak 30 personel, Peleton 2 dari Polresta Sleman termasuk tim Pammat sebanyak 35 personel, serta Peleton 3 dari BPBD Kabupaten Sleman sebanyak 30 personel.
Selanjutnya, Peleton 4 diisi oleh gabungan Dinas Perhubungan (15 personel), Satpol PP (4 personel), dan Kantor SAR/Basarnas (10 personel) dengan total 29 personel. Peleton 5 menghimpun kolaborasi Dinas Sosial/Tagana (15 personel), Dinas Kesehatan (4 personel), Taman Nasional Gunung Merapi atau TNGM (5 personel), serta PMI (5 personel) dengan total 29 personel. Peleton 6 diperkuat oleh komponen masyarakat dari Redkar (15 personel) dan Senkom (10 personel) sebanyak 25 personel, sedangkan Peleton 7 dan Peleton 8 masing-masing diisi oleh 25 anggota Relawan Penanggulangan Bencana Kabupaten Sleman sehingga total berjumlah 50 personel.
Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama unsur Forkopimda dan pimpinan instansi terkait menghadiri Apel Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Sleman Tahun 2026 di Lapangan Pemda Kabupaten Sleman.(Foto: Lik Is for Ketik.com)
Sejumlah pejabat penting dan pemangku kepentingan daerah tampak hadir secara langsung di lokasi acara. Di antaranya Bupati Sleman Harda Kiswaya, Kabagbinopsnal Ditsamapta Polda DIY KBP Suyono, Kasdim 0732/Sleman Mayor Cke Hermanto, serta perwakilan BPBD DIY Edhy Hartana selaku Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. Hadir pula KasiOps Kantor SAR Yogyakarta Arief Sugiyarto, Kabid PKKN Bakesbangpol Sleman Bagus Jalu Anggara, perwakilan BPPTKG Andika selaku Kasi Gunung Merapi, Kabag Ops Polresta Sleman Kompol Abdul Jalil, Kapolsek Sleman Kompol Eka Andy Nursanto, serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Sleman dan para tamu undangan.
Membacakan amanat tertulis dari Bupati Sleman Harda Kiswaya, AKBP Sudarmawan mengawali amanat dengan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak serta relawan yang memiliki komitmen pengabdian tinggi dalam menjaga keselamatan wilayah dari bencana. Ditegaskan bahwa apel kesiapsiagaan ini menjadi landasan awal untuk membangun kesadaran bersama bahwa upaya mitigasi bencana merupakan tanggung jawab kolektif.
Lebih lanjut disampaikan bahwa kesiapsiagaan karhutla tidak semata-mata berfokus pada teknik pemadaman api di lapangan.
"Kesiapsiagaan bencana kebakaran bukan semata persoalan penanggulangan api. Lebih dari itu, apel ini adalah momentum untuk memastikan seluruh unsur penanggulangan bencana di Sleman siap memperkuat deteksi dini, pemantauan wilayah rawan, kesiapan personel, kesiapan peralatan, serta kecepatan komunikasi dan koordinasi dengan tetap mengedepankan semangat gotong royong," kata AKBP Sudarmawan membacakan pesan Bupati Sleman.
Amanat tersebut memberi penekanan khusus pada dampak karhutla yang sangat luas dan destruktif. Kebakaran hutan tidak hanya merusak ekosistem dan mengganggu kualitas udara, tetapi juga mengancam kelestarian habitat flora-fauna serta melumpuhkan roda aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Kewaspadaan ini menjadi perhatian mendesak bagi Kabupaten Sleman karena memiliki karakteristik kawasan lingkungan yang sangat krusial untuk dijaga, terutama di wilayah perhutanan dan lereng Gunung Merapi.
Dalam menghadapi potensi ancaman tersebut, kearifan lokal eling lan waspodo dijadikan pegangan utama. Seluruh sektor diimbau untuk terus membangun sinergi menyeluruh dari tingkat pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga elemen masyarakat.
"Saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menjadi 'mata dan telinga' dalam menjaga lingkungan. Segera laporkan setiap potensi titik api atau indikasi kebakaran kepada pihak yang berwenang agar dapat ditangani sedini mungkin," tegasnya.
Di akhir amanat, pimpinan apel berpesan kepada seluruh personel dan relawan yang bertugas agar senantiasa menjaga disiplin, mengutamakan keselamatan diri maupun tim, serta menjalankan setiap amanah tugas dengan penuh keikhlasan dan rasa tanggung jawab demi mewujudkan visi "Sleman Tangguh, Siap untuk Selamanya".
Pelaksanaan Apel Kesiapsiagaan Karhutla Tahun 2026 ini memegang fungsi strategis bagi Pemkab Sleman. Selain menguji tingkat kesiapsiagaan dan respons personel di lapangan, kegiatan ini menjadi ajang menginspeksi kelayakan armada serta sarana-prasarana alat pemadam kebakaran. Selain itu apel ini sekaligus menyelaraskan rantai komando operasional lintas instansi agar penanganan darurat karhutla di wilayah Kabupaten Sleman dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan terpadu. (*)
