KETIK, BATU – Festival musik Partilibur akan digelar di Batu Night Spectacular (BNS) pada 1-2 Agustus mendatang. Mengusung konsep perpaduan konser dan liburan, ajang ini menghadirkan lebih dari 50 musisi lintas genre untuk memberikan pengalaman berbeda bagi penonton.
Festival Director Partilibur, Gahtan Thoriq, menjelaskan, pemilihan Kota Batu sebagai lokasi baru setelah sebelumnya digelar di Lumajang selama empat tahun berturut-turut.
“Selama empat tahun terakhir Partilibur dilaksanakan di Lumajang. Tahun ini kami memilih Kota Batu karena ingin menghadirkan pengalaman yang tidak sekadar konser, tetapi juga bisa dinikmati sebagai liburan,” ujarnya.
Ia menambahkan, konsep tersebut menjadi daya tarik utama Partilibur, di mana penonton tidak hanya menikmati pertunjukan musik, tetapi juga suasana wisata Kota Batu yang dikenal sejuk dan atraktif.
Dari total lebih dari 50 artis yang dijadwalkan tampil, panitia telah merilis 23 nama dalam fase pertama. Line up tersebut mencakup musisi dari berbagai warna musik yang siap tampil dalam sejumlah panggung tematik.
“Phase 1 sudah lengkap. Kami menghadirkan lebih dari tujuh panggung unik dengan konsep intimate. Penonton tidak terlalu padat, tetapi tetap memberikan pengalaman besar dan berkesan,” katanya.
Untuk hari pertama, sejumlah musisi yang akan tampil antara lain Morfem, Dongker, Ucup Pop, NTRL, Begundal Lowokwaru, Murphy Radio, The Jeblogs, Down For Life, Eastcape, Wachtout, Negatifa, hingga Rebellion Rose.
Sementara pada hari kedua, penampilan akan diisi oleh Ali, Kelompok Penerbang Roket, Dazzle, Biru Baru, The Upstairs, 510, Farrt!, SATCF, Enamore, The Cloves & The Tobacco, serta Ismam Saurus.
Selain konsep panggung yang beragam, Partilibur juga menawarkan pengalaman eksklusif dengan jumlah penonton yang lebih terbatas dibanding festival pada umumnya. Hal ini diharapkan mampu menciptakan kedekatan antara musisi dan penonton.
Gahtan juga mengingatkan bahwa tiket presale tahap pertama mulai menipis. Calon pengunjung diimbau segera mengamankan tiket sebelum kuota habis dan harga mengalami kenaikan pada fase berikutnya. (*)
