Jalan Hasanudin Kota Batu Ditutup untuk Revitalisasi Simpang Empat Patih, Ini Jalur Alternatifnya

23 Juli 2026 14:37 23 Jul 2026 14:37

Dafa Wahyu P., Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Jalan Hasanudin Kota Batu Ditutup untuk Revitalisasi Simpang Empat Patih, Ini Jalur Alternatifnya

Kondisi Jalan Hasanudin yang terdapat alat berat dan truk pengangkut material proyek revitalisasi Simpang Empat Patih Kota Batu. (Foto: Dafa W. Pratama/Ketik.com)

KETIK, BATU – Pemerintah Kota Batu mulai menutup ruas Jalan Hasanudin sejak Rabu, 22 Juli 2026, sebagai bagian dari proyek revitalisasi kawasan Simpang Empat Panglima Sudirman-Trunojoyo-Indragiri-Hasanudin (Patih).

Penutupan dilakukan untuk mendukung pekerjaan preservasi jalan sekaligus penataan kawasan yang diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi kemacetan di salah satu titik lalu lintas tersibuk di Kota Batu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu, Esty Dwiastuti, menjelaskan bahwa pekerjaan diawali dengan mengganti konstruksi Jalan Hasanudin dari perkerasan aspal menjadi beton.

Perubahan tersebut dipilih agar ruas jalan memiliki daya tahan lebih baik terhadap lalu lintas kendaraan berat yang setiap hari melintas.

“Jalan Hasanudin akan kami ubah dari perkerasan aspal menjadi beton agar lebih awet. Selama ini biaya pemeliharaan cukup tinggi karena kondisi jalan cepat mengalami kerusakan akibat beban kendaraan yang melintas,” ujarnya, Kamis, 23 Juli 2026.

Pada tahap awal, pekerjaan difokuskan pada ruas mulai Simpang Empat Patih hingga depan gerai Indomaret dengan panjang penanganan sekitar 120 meter.

Proyek preservasi tersebut merupakan salah satu program strategis DPUPR Kota Batu tahun 2026 dengan nilai anggaran lebih dari Rp6 miliar.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Batu, Eko Setiawan, mengatakan keseluruhan pekerjaan diperkirakan berlangsung selama sekitar 60 hari.

Waktu tersebut mencakup pembongkaran jalan lama, pemasangan struktur dan tulangan besi, hingga proses perawatan beton sebelum dapat dilalui kendaraan.

“Pekerjaan tidak hanya sebatas pengecoran. Ada tahapan pembongkaran, pemasangan tulangan besi, kemudian beton harus menjalani proses curing selama hampir satu bulan. Karena itu, keseluruhan pekerjaan diperkirakan memerlukan waktu sekitar 60 hari,” jelas Eko.

Selain memperkuat konstruksi jalan, DPUPR juga melakukan penataan kawasan Simpang Empat Patih. Salah satu pekerjaan yang dilakukan ialah pelebaran area persimpangan sekitar 40 persen sebagai tahap awal rencana pembangunan bundaran.

Menurut Eko, pelebaran tersebut dipersiapkan untuk mendukung pengembangan rekayasa lalu lintas di masa mendatang.

“Tahun ini kami fokus menyiapkan lahannya terlebih dahulu melalui pelebaran dan pembangunan konstruksi beton. Pembangunan bundaran akan dilanjutkan setelah kajian selesai dan dukungan anggaran tersedia,” katanya.

Ia menambahkan, realisasi pembangunan bundaran masih membutuhkan koordinasi lanjutan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur karena menyangkut keterhubungan jaringan jalan di kawasan tersebut.

Selama proyek berlangsung, Dinas Perhubungan Kota Batu telah menerapkan rekayasa lalu lintas dan mengimbau masyarakat maupun wisatawan memanfaatkan jalur alternatif agar arus kendaraan tetap lancar.

Kendaraan angkutan barang, truk, dan bus diarahkan melintas melalui Jalan Abdul Gani, Jalan Suropati, Jalan Ahmad Yani, hingga Jalan Panglima Sudirman.

Sementara itu, kendaraan roda dua maupun roda empat dapat menggunakan rute Jalan Suropati, Jalan Hasanudin, Jalan Melati, Jalan Trunojoyo.

Penutupan Jalan Hasanudin direncanakan berlangsung hingga 31 Oktober 2026. Meski demikian, pelaksanaannya akan dievaluasi secara berkala mengikuti perkembangan pekerjaan di lapangan.

Tombol Google News

Tags:

Proyek Strategis Daerah Preservasi Jalan Simpang Patih DPUPR Kota Batu Info Kota Batu Berita Kota Batu