KETIK, SITUBONDO – Pelaksanaan Haul Masyayikh Nusantara di Alun-Alun Kabupaten Situbondo, Minggu, 19 Juli 2026, tidak hanya menjadi ajang ibadah dan silaturahmi bagi ratusan ribu jamaah. Kegiatan tersebut juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, terutama bagi pedagang kaki lima, pedagang asongan, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sejak acara dimulai, kawasan di sekitar lokasi haul dipenuhi pedagang yang menjual aneka makanan, minuman, buah-buahan, hingga berbagai kebutuhan jamaah. Membludaknya pengunjung dari berbagai daerah membuat aktivitas jual beli meningkat tajam dibandingkan hari biasa.
Banyak pedagang mengaku mengalami lonjakan penjualan selama rangkaian acara berlangsung. Tingginya jumlah jamaah yang hadir menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan dan menjadi peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan.
Salah seorang pedagang asongan, Rony, mengaku bersyukur karena seluruh dagangannya laris dibeli para jamaah yang menghadiri Haul Masyayikh Nusantara.
"Alhamdulillah, dagangan yang saya jajahkan ke jamaah Haul Masyayikh Nusantara yang datang ke Situbondo. Saya berharap Haul Masyayikh Nusantara ini bisa menjadi agenda rutin tahunan," kata Rony, pedagang asongan dari Jalan Madura, Situbondo.
Rony mengatakan, hasil penjualan selama acara berlangsung cukup memuaskan. Setelah dikurangi biaya modal, ia memperoleh keuntungan bersih sekitar Rp500 ribu.
"Setelah diambil modal keuntungan bersih dapat Rp500 ribu," katanya.
Sementara itu, Koordinator UMKM Haul Masyayikh Nusantara, Kadari, menyebut seluruh lapak UMKM yang disediakan dipadati pembeli sejak acara dibuka. Meski sebagian pedagang menilai hasil penjualan belum sepenuhnya sesuai harapan, peningkatan omzet tetap cukup signifikan.
"Dari sekitar 100 lapak UMKM yang ikut berjualan pada kegiatan Haul Masyayikh Nusantara ini, diperkirakan ada kenaikan omzet sekitar Rp300 juta. Walaupun, peningkatan omzet ini tidak sesuai dengan harapan para pedagang," ujar Kadari.
Menurut Kadari, capaian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan mampu memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha lokal.
"Tidak hanya pedagang makanan dan minuman (kuliner), yang mendapat berkah dari kegiatan ini. Akan tetapi, sejumlah pelaku usaha lainnya seperti pedagang asongan dan pelaku usaha lainnya juga kebanjiran berkah dari kegiatan Haul Masyayikh Nusantara ini," tutur Kadari.
Ia menambahkan, sinergi antara kegiatan keagamaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat perlu terus diperkuat. Selain menjadi ajang syiar dan mempererat ukhuwah, kegiatan berskala besar seperti Haul Masyayikh Nusantara juga terbukti mampu menggerakkan roda perekonomian daerah.
"Kegiatan Haul Masyayikh Nusantara juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat lokal Situbondo," pungkas Kadari. (*)
.png)