KETIK, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember terus mempercepat pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) sebagai proyek strategis untuk memperkuat konektivitas kawasan pesisir selatan. Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi jalur utama yang mampu membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan pembangunan JLS sebenarnya telah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Namun, proyek tersebut sempat mengalami hambatan sehingga proses penyelesaiannya tertunda.
Untuk memastikan proyek kembali berjalan, Pemkab Jember melakukan komunikasi intensif dengan pemerintah pusat agar pembangunan JLS memperoleh dukungan anggaran dan dapat segera dilanjutkan.
“Kami sudah melakukan komunikasi dan lobi ke pemerintah pusat, dan alhamdulillah telah disetujui pembangunannya pada tahun 2026 ini dan diproyeksikan selesai pada tahun 2029 mendatang,” ujar Gus Fawait, Selasa, 26 Mei 2026.
Menurutnya, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran sebesar Rp3 triliun untuk mendukung pembangunan Jalur Lintas Selatan di wilayah selatan Jember.
“Anggarannya yang disiapkan untuk pembangunan proyek JLS ini Rp3 triliun,” katanya.
Pemkab Jember menilai keberadaan JLS akan memberi dampak besar terhadap konektivitas wilayah selatan yang selama ini memiliki potensi besar, namun belum berkembang optimal akibat keterbatasan infrastruktur jalan.
Selain mempercepat mobilitas masyarakat, JLS juga diproyeksikan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pesisir. Pemerintah daerah optimistis akses jalan yang lebih baik akan meningkatkan aktivitas perdagangan, distribusi hasil laut, hingga investasi di wilayah selatan.
Gus Fawait menyebut pembangunan JLS juga akan memberikan dampak besar terhadap sektor wisata dan UMKM masyarakat pesisir. Kawasan mulai Kecamatan Kencong, Gumukmas hingga Puger dinilai memiliki potensi wisata pantai yang sangat menjanjikan.
“Maka dengan adanya JLS ini, daya tarik wisatawan ke pantai selatan ini akan meningkat dan menjadi sumber perputaran ekonomi baru di sini,” imbuhnya.
Ia menambahkan, peningkatan kunjungan wisatawan diperkirakan akan mendorong tumbuhnya pelaku UMKM baru di sepanjang jalur pesisir selatan Jember.
“Kalau JLS ada pasti banyak UMKM yang tumbuh, termasuk juga wisatanya yang menjadi daya tarik bagi pengunjung. Bukan hanya dari lokal melainkan dari daerah lain ingin datang ke sini,” tutupnya. (*)
