KETIK, TULUNGAGUNG – Pembangunan Jembatan Junjung di Kecamatan Boyolangu dipastikan rampung lebih cepat dari target awal. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung mencatat progres fisik proyek infrastruktur vital tersebut kini telah menembus angka 40 persen.
Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Erwin Novianto, saat mendampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tulungagung, Tranggono, dalam peninjauan lapangan pada Jumat, 25 September 2026
Erwin menjelaskan, pengerjaan proyek saat ini menunjukkan tren yang sangat positif dan berada di atas estimasi perencanaan harian.
"Saat ini progresnya sudah mencapai 40 persen, terhitung surplus dari jadwal sehingga tidak ada keterlambatan," ujar Erwin.
Ia menambahkan, pekan depan tim teknis akan memulai tahapan krusial, yakni pemasangan gelagar (girder) jembatan. Begitu gelagar terpasang, capaian fisik pengerjaan diproyeksikan melonjak drastis hingga melampaui 70 persen.
Meski klausul kontrak kerja mengalokasikan waktu hingga akhir Desember 2026, Erwin optimistis akses penyeberangan ini sudah bisa dimanfaatkan warga lebih awal.
"Target kami, awal Desember 2026 proyek ini selesai total dan jembatan siap diresmikan untuk memulihkan mobilitas masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Tranggono, memberikan apresiasi tinggi atas sinergi dan dukungan warga Desa Junjung selama pengerjaan berlangsung.
Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat sangat menentukan kelancaran pembangunan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap fasilitas publik.
Tranggono menegaskan bahwa Pemkab Tulungagung berkomitmen mengawal ketat setiap program pembangunan daerah agar tepat waktu dan menjaga standar kualitas mutu.
"Kami ingin memastikan seluruh program strategis selesai sesuai target tanpa memangkas kualitas pengerjaan. Sejauh ini, seluruh progres di lapangan menunjukkan hasil yang memuaskan," ungkap Tranggono.
Adapun peninjauan di Jembatan Junjung ini merupakan bagian dari agenda monitoring serentak yang mencakup 11 titik proyek strategis daerah, mulai dari infrastruktur fisik, sektor pertanian, hingga fasilitas kesehatan hewan dan peternakan di Kabupaten Tulungagung.(*)
