KETIK, JAKARTA – Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) menggelar Haflah dan Silaturahmi Idulfitri 1447 H di Aula Gedung DDII, Jalan Kramat Raya No. 45, Jakarta, Sabtu, 18 April 2026.
Ketua Umum DDII, Adian Husaini, menyampaikan bahwa hingga kini ribuan dai dan kader DDII telah tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di daerah pelosok.
“Da’i Dewan Dakwah tersebar ke seluruh daerah di Indonesia, sampai pelosok juga,” ujarnya.
Pendiri Ponpes At Taqwa Depok itu menambahkan, DDII tetap konsisten menjalankan dakwah di tengah masyarakat.
“Kami masih melakukan amar makruf nahi munkar, selagi syaitan masih ada, maka dakwah ini terus berjalan,” katanya yang disambut tawa ratusan peserta.
Acara yang mengusung tema “Kolaborasi Menuju Dakwah Berkelanjutan” ini turut dihadiri sejumlah pejabat negara.
Di antaranya Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM dan Imigrasi Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, serta politisi PKS Ahmad Syaikhu.
Dalam sambutannya, Yusril menyampaikan bahwa DDII telah mengambil peran penting dalam kontribusi terhadap negara, melanjutkan semangat perjuangan pendirinya, Mohammad Natsir.
“Bagi yang di luar pemerintahan, seperti Dewan Dakwah, ayo kita berjuang bersama untuk kemajuan Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Mahyeldi Ansharullah mengenang pertemuannya dengan Mohammad Natsir pada 1989. Ia menyebut sosok tersebut memiliki kharisma yang kuat dan dirindukan.
“Saya pernah ke sini tahun 1989 dalam sebuah acara diskusi dan ketemu beliau langsung. Kharisma beliau jelas terasa, kita rindu sosok seperti Mohammad Natsir,” ucapnya.
Ahmad Syaikhu turut mengapresiasi berbagai program DDII yang dinilai telah berjalan dengan baik dan perlu dilanjutkan secara berkelanjutan.
“Program ini jangan hanya sekadar gerakan kolaborasi, tapi dakwah berkelanjutan,” katanya.
Selain pejabat, acara ini juga dihadiri para ulama senior DDII seperti KH A. Cholil Ridwan, KH Didin Hafiduddin, dan KH Abdul Wahid Alwi. Hadir pula dai DDII yang bertugas di Timor Leste, Muhammad Ar Rois, yang telah diutus sejak 1981.(*)
