KETIK, SAMPANG – Di balik tugas berat memburu pelaku tindak pidana atau kejahatan di jalanan, Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Sampang membuktikan bahwa seragam polisi selalu menyatu dengan jiwa kemanusiaan.
Kehadiran mereka di tengah masyarakat tidak hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga hadir dengan tulus mengulurkan tangan saat warga membutuhkan bantuan.
Ketulusan itu terukir nyata saat satu keluarga sepasang suami istri bersama dua buah hati mereka mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Imam Bonjol, Kabupaten Sampang, Jawa Timur pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Sepeda motor yang mereka tumpangi tergelincir hebat akibat tumpahan minyak goreng yang membuat permukaan aspal menjadi sangat licin. Dalam sekejap, keempatnya terempas ke badan jalan.
Warga setempat dan para pengguna jalan menggali mendekat untuk menolong. Di saat situasi penuh kepanikan, personel URC Satreskrim Polres Sampang yang tengah berpatroli tak jauh dari lokasi langsung mendekat.
Para petugas merangkul anak-anak yang menangis ketakutan, menenangkan sang ibu yang syok, serta memapah sang ayah.
Tanpa membuang waktu, personel URC Satreskrim Polres Sampang dipimpin Katim URC Aiptu Achson Yudianto memboyong satu keluarga tersebut ke RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang agar segera mendapatkan perawatan medis terbaik.
Kasatreskrim Polres Sampang, Iptu Nur Fajri Alim, menegaskan bahwa aksi tanggap tersebut merupakan cerminan utama dari roh pembentukan URC Satreskrim Polres Sampang.
“Tugas utama Tim URC memang memburu dan menindak tegas para pelaku tindak pidana demi menjaga kondusivitas wilayah. Namun, di atas semua tugas penegakan hukum itu, kami selalu hadir untuk misi kemanusiaan," katanya.
"Naluri seorang polisi adalah melindungi jiwa manusia. Begitu melihat ada masyarakat, apalagi satu keluarga beserta anak-anak terjatuh kecil dan membutuhkan fokus pertolongan darurat, kami sepenuhnya beralih untuk menyelamatkan mereka,” lanjut Iptu Nur Fajri.
Ia melanjutkan, ketegasan URC di lapangan dalam menghadapi kejahatan harus seimbang dengan kehangatan dan kepekaan sosial saat berhadapan dengan warga yang tertimpa musibah.
"Kami ingin masyarakat Sampang merasakan betul bahwa URC Polres Sampang bukan sekadar tim pemburu penjahat yang terkesan garang, melainkan pelindung dan penolong yang selalu ada di sisi mereka. Anggota kami dituntut memiliki ketajaman mata untuk melihat potensi bahaya dan ketulusan hati untuk merangkul warga," lanjutnya.
"Dalam peristiwa ini, setelah seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara cepat di rumah sakit, anggota kami juga langsung mengamankan dan mengondisikan lokasi menuangkan minyak agar tidak ada lagi yang lain yang menjadi korban berikutnya," tandasnya.(*)
