Dari Panti Asuhan ke Dunia Usaha, HIPMI Banten Bekali Puluhan Anak Yatim Jadi Pengusaha

20 September 2026 20:10 20 Sep 2026 20:10

Madani Prasetia, Gumilang

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Dari Panti Asuhan ke Dunia Usaha, HIPMI Banten Bekali Puluhan Anak Yatim Jadi Pengusaha

Puluhan santri diberikan pelatihan menjadi wirausaha oleh HIPMI Banten. (Foto: Madani/Ketik.com)

KETIK, PANDEGLANG – Tawa dan semangat puluhan anak yatim dan piatu memenuhi Yayasan Panti Asuhan Hasanuddin, Kabupaten Pandeglang, Minggu, 20 September 2026. 

Di balik kegiatan memasak yang mereka ikuti, tersimpan tujuan yang lebih besar: membekali mereka agar mampu membangun usaha dan mandiri secara ekonomi.

Sebanyak 35 anak asuh mengikuti program HCI Young Preneur yang digelar HIPMI Culinary Indonesia (HCI) BPD Banten. Program ini tidak hanya mengajarkan cara mengolah makanan, tetapi juga memperkenalkan dasar-dasar kewirausahaan dan cara menjadikan produk kuliner sebagai peluang bisnis.

Ketua Badan Semi Otonom HIPMI Culinary Indonesia BPD Banten, Putri Rahma Febriani, mengatakan pembekalan tersebut dirancang untuk menanamkan jiwa entrepreneur sejak usia sekolah.

"Hari ini kami memberikan materi tentang bagaimana menjadi entrepreneur sekaligus cooking class. Harapannya mereka punya mimpi menjadi pengusaha dan tidak bergantung kepada orang lain," ujar Putri.

Peserta yang terdiri dari siswa SMP, SMA hingga lulusan sekolah diajak mempraktikkan pembuatan beberapa produk kuliner, seperti roti isi mayo dan olahan berbahan cokelat. Menu itu dipilih karena mudah dibuat dengan modal yang relatif terjangkau dan memiliki peluang untuk dipasarkan.

Namun, menurut Putri, pelatihan ini bukan kegiatan yang berhenti dalam satu hari. HCI BPD Banten akan terus mendampingi anak-anak panti agar keterampilan yang diperoleh benar-benar bisa menjadi sumber penghasilan.

"Kami tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membimbing, membina, dan memfasilitasi mereka. Setelah ini mereka akan praktik sendiri, kami monitoring, dibuatkan grup pendampingan, lalu kami bantu proses penjualan hingga distribusi produknya," kata Putri.

Ia berharap pendampingan tersebut mendorong anak-anak mulai mencoba berwirausaha, bahkan sebelum menyelesaikan pendidikan.

"Ketika mereka lulus, atau bahkan masih sekolah, mereka bisa mulai berjualan, menghasilkan uang, dan ke depan membuka lapangan kerja bagi teman-teman yang lain. Itu yang ingin kami tanamkan sejak awal," ucapnya.

Melalui program ini, HIPMI Culinary Indonesia BPD Banten ingin anak-anak panti tidak hanya memiliki keterampilan memasak, tetapi juga keberanian mengubah keterampilan tersebut menjadi usaha yang berkelanjutan.

"Harapan kami, mereka memiliki keberanian membangun usaha sendiri, mandiri secara ekonomi, dan tumbuh menjadi pengusaha muda di masa depan," tutupnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Hipmi Banten anak yatim piatu