Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan Terbesar Proklim Merjosari, Warga Siapkan Berbagai Mitigasi

29 Juli 2026 10:52 29 Jul 2026 10:52

Khoirunnisa, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan Terbesar Proklim Merjosari, Warga Siapkan Berbagai Mitigasi

Ketua RW 11, Kelurahan Merjosari, Kota Malang, H. Pardiman, memaparkan tantangan terbesar dalam pengelolaan Program Kampung Iklim (Proklim) 2026 di Kelurahan Merjosari, Kota Malang. (Foto: Nisa/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Cuaca ekstrem menjadi tantangan terbesar dalam pengelolaan Program Kampung Iklim (Proklim) 2026 di Kelurahan Merjosari, Kota Malang. Menghadapi ancaman angin kencang, tanah longsor, hingga hujan es, warga tidak hanya memperkuat upaya mitigasi, tetapi juga terus mengembangkan berbagai inovasi lingkungan agar program tetap berjalan berkelanjutan.

Ketua RW 11, Kelurahan Merjosari, Kota Malang, H. Pardiman, mengatakan bahwa perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi menjadi perhatian utama dalam pengelolaan Kampung Proklim. Karena itu, masyarakat bersama pemerintah setempat menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna mengurangi risiko bencana.

"Yang menjadi tantangan sekarang adalah cuaca ekstrem. Mulai angin topan, tanah longsor, sampai hujan es. Untuk mengantisipasi itu kami menyiapkan tanaman pelindung dan sarana prasarana pendukung," ujarnya saat Verifikasi Program Kampung Iklim (Proklim) 2026.

Menurut Pardiman, program yang telah berjalan selama lima tahun melalui inovasi Kampung Klasik tersebut tidak hanya berorientasi pada penghijauan, tetapi juga membangun ketahanan lingkungan agar masyarakat mampu beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim.

Selain melakukan penanaman vegetasi pelindung, warga juga membangun tandon air sebagai cadangan ketika musim kemarau, mengembangkan sistem bioflok untuk budidaya ikan, serta menerapkan pengelolaan sampah organik.

Di sektor ketahanan pangan, masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam berbagai jenis sayuran, buah-buahan, hingga tanaman produktif lainnya. Berbagai teknologi ramah lingkungan juga diterapkan, mulai dari hidroponik, akuaponik, lampu otomatis, hingga pemanfaatan panel surya.

Seluruh kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari PKK, Karang Taruna, Posyandu, pengurus RT dan RW, hingga mendapat dukungan dari sejumlah perguruan tinggi, kementerian, DPR RI, dan sektor perbankan. 

Tombol Google News

Tags:

proklim 2026 Pardiman Program Kampung Iklim 2026 Kampung Proklim