KETIK, SLEMAN – Tugas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman dalam mengawal pembentukan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026 memasuki fase akhir.
Dari total 308 pendaftar yang masuk sejak Maret lalu, sebanyak 38 pelajar terbaik kini tengah menggembleng fisik dan mental dalam pemusatan latihan menjelang Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepala Kesbangpol Kabupaten Sleman, Muhamad Aji Wibowo, menjelaskan bahwa siklus penugasan Paskibraka tidak hanya berhenti pada pengibaran dan penurunan Sang Saka Merah Putih pada 17 Agustus mendatang, melainkan berlanjut hingga Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2027.
"Prosesnya panjang dari awal hingga nanti 17 Agustus. Insya Allah tugas akhir bagi Paskibraka 2026 itu bertugas di Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2027, sehingga siklusnya selesai," ujar Aji Wibowo.
Tahapan Uji dan Rekor Baru
Rangkaian seleksi dimulai pada 9–13 Maret 2026 melalui pendaftaran daring di portal BPIP maupun luring di Gedung Unit 1 Pemkab Sleman. Hasil verifikasi administrasi awal meloloskan 162 peserta dari 42 sekolah.
Pada 6–9 April, ratusan peserta tersebut menyertai tes lanjutan yang mencakup Wawasan Kebangsaan, Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) secara daring bersama BPIP Pusat, pemeriksaan kesehatan, kesamaptaan, hingga Peraturan Baris-Berbaris (PBB).
Dari seluruh rangkaian tes, panitia menjaring 46 calon terbaik. Sebanyak 16 di antaranya dikirim untuk bersaing di tingkat provinsi dan nasional. Hasilnya mencatatkan rekor baru bagi Sleman sejak 2022.
"Puji syukur, dari 16 yang kita kirim, 7 orang lolos Paskibraka Provinsi DIY. Satu orang lolos Paskibraka Nasional dan sekarang sedang mengikuti pemusatan latihan di Jakarta atas nama Mas Ahmad Raditya dari SMK Penerbangan Adisutjipto. Sejak 2022, baru sekarang kita bisa meraih satu calon Paskibraka Nasional lagi," tutur Aji.
Sisa peserta yang tidak terserap di tingkat atas kemudian melengkapi formasi Paskibraka Kabupaten Sleman menjadi 38 orang, terdiri atas 19 putra dan 19 putri.
Jumlah ini mengalami penyesuaian dibanding tahun sebelumnya. Aji berharap pada 2027 mendatang kuota dapat kembali ke angka ideal 74 personel agar pelaksanaan upacara di Sleman terasa lebih meriah.
Penggemblengan Fisik dan Benteng Narkoba
Sejak 21 Juli hingga 13 Agustus 2026, ke-38 anggota Paskibraka menjalani pemusatan latihan intensif di Kompleks Pemkab Sleman, berpindah dari Lapangan Denggung ke Lapangan Pemda. Mereka kemudian memasuki masa karantina pada 14–18 Agustus. Prosesi pengukuhan resmi dijadwalkan berlangsung pada 15 Agustus sore.
Aji menegaskan, penyiapan Paskibraka tidak diproyeksikan sebatas ketangkasan baris-berbaris. Lebih dari itu, para pelajar digembleng untuk mengemban peran strategis sebagai Duta Pancasila dan penangkal pengaruh negatif di lingkungan pemuda.
"Mereka diharapkan mampu menjadi teladan bagi generasi muda, baik di sekolah maupun masyarakat dalam nilai gotong royong, toleransi, persatuan, dan kepedulian sosial. Kami juga menggandeng BNN Sleman untuk membekali mereka agar siap menangkal bahaya narkotika. Mereka diharapkan menjadi virus positif bagi generasinya," kata Aji.
Setelah menuntaskan tugas utama pengibaran dan penurunan bendera pada Upacara Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus di Lapangan Denggung, ke-38 Paskibraka Sleman dijadwalkan hadir dalam audiensi resmi dan diterima langsung oleh Gubernur DIY di Bangsal Kepatihan pada 18 Agustus 2026. (*)
