KETIK, SURABAYA – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengucapkan rasa belasungkawa terhadap kasus bayi berusia 28 hari berinisial A di Surabaya, yang meninggal dunia setelah diduga diberi makan telur mentah oleh neneknya untuk menurunkan demam.
Emil juga telah memantau perkembangan kondisi korban secara ketat sejak awal masuk ke rumah sakit hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.
"Kami sangat berduka karena setelah tiga hari diupayakan penanganan, pasien akhirnya meninggal dunia. Kami memahami kondisi keluarga yang sedang berduka dan memohon agar mereka diberikan waktu untuk beristirahat dan menenangkan diri," kata Emil.
Ia meminta masyarakat untuk memberikan ruang bagi keluarga korban, terutama sang ibu yang saat ini tengah mengalami guncangan psikologis.
"Saya menyadari betul kesedihan ibunya karena kami berkomunikasi langsung beberapa hari terakhir dari sejak anak beliau dirujuk ke NICU RSUD Dr Soetomo," lanjutnya.
Sementara mengenai dugaan bahwa kondisi bayi kritis karena diduga karena mengonsumsi telur mentah, Emil tidak mau berspekulasi. Ia menyerahkan prosesnya kepada tenaga medis profesional.
"Mohon kita serahkan ke tim medis terkait untuk memberi keterangan. Info yang kami dapat, terjadi infeksi serius di saluran pencernaan," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Emil juga meluruskan informasi terkait pasien mendapatkan kamar NICU karena dirinya. Politisi Partai Demokrat itu menegaskan tidak ada hubungannya.
"Justru pasien sudah mendapatkan tempat di NICU. Saya kemudian terhubung dengan pihak keluarga untuk ikut mengawal perkembangannya. Hal ini sudah dibuktikan dalam penanganan kasus tersebut oleh RSUD Dr Soetomo," jelasnya.
"Saya sempat mendengar kekhawatiran publik bahwa kalau ingin mendapat tempat di ICU harus mengubungi Wakil Gubernur terlebih dahulu. Itu tidak benar. Bahkan saya memiliki kronologi komunikasi yang bisa ditunjukkan antara Direktur RSUD Dr Soetomo, Prof. Cita dan saya," tegasnya.
Sementara itu, pasien A sendiri diketahui telah dibawa pulang keluarga dari RSUD Dr Soetomo. Informasi ini disampaikan pihak umah sakit (RS), "Sudah (pulang)," singkat Humas RSUD Dr Soetomo, Surabaya Adin Niken ketika dihubungi Ketik, Selasa, 13 Oktober 2026. (*)
