KETIK, MALANG – Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI menyoroti banyaknya pasar tradisional yang mulai sepi ditinggalkan masyarakat. Di sisi lain, cara Kota Malang dalam menghidupkan pasar tradisional seperti di Pasar Klojen menuai pujian.
Direktur Sarana Perdagangan dan Logistik Kementerian Perdagangan, Sri Sugy Atmanto menjelaskan, dibutuhkan komitmen pemerintah daerah dalam menghidupkan pasar. Pasar Klojen dinilai menjadi inovasi Pemkot Malang untuk menggabungkan pasar tradisional dan kuliner agar ramai diserbu masyarakat.
"Kan kita ada online, ritel modern, ini saingan utama dari pasar. Tapi bagaimana pasar juga punya daya saing sendiri, bisa menjual dari apa yang ada di pasar sehingga mereka dapat tetap hidup, kunjungannya tetap ramai. Saya lihat di sini bisa memanfaatkan pasar dengan baik, tadinya kan tidak ada pasar kuliner kemudian berkembang," ujarnya, Selasa, 20 Oktober 2026.
Ia menekankan tidak semua pasar harus diubah menjadi pasar kuliner. Setiap daerah dapat menggali potensi masing-masing untuk diterapkan dalam pengembangan pasar rakyat.
"Setiap daerah pasti punya ciri khas masing-masing. Kepala dinas harus punya cara bagaimana memanfaatkan pasar-pasar yang ada di daerahnya. Seperti Kota Malang ini kan kita sudah bangun pasar Oro-Oro Dowo, Pasar Klojen, itu saya kira masih bisa dimanfaatkan," lanjutnya.
Saat ini banyak pasar tradisional di beberapa daerah telah ditinggalkan pedagang, khususnya pasar yang menjual komoditas kering dan persaingan dengan penjual online. Sedangkan pasar yang menjual kebutuhan pokok atau komoditas basah dinilai masih memiliki daya tarik sebab proses tawar menawar antara pedagang dan pembeli masih berlaku.
"Ini yang perlu diberdayakan karena pasar menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli, tempat berinteraksi, membangun kebudayaan. Itu sebenarnya yang harus kita jaga, jangan sampai serangan ritel modern maupun online merusak suasana itu," ungkapnya.
Ia berharap pendekatan Pemkot Malang dalam mengembangkan Pasar Klojen menjadi inspirasi bagi pengelolaan pasar di daerah lain. Namun tetap diperlukan penyesuaian dengan potensi setiap lokasi, baik melalui kuliner, produk ekonomi kreatif, maupun penyelenggaraan kegiatan tertentu.
"Pasar Klojen awalnya menjual barang-barang kebutuhan pokok, lama-lama sepi. Tapi Pak Kadiskopindag memikirkan bagaimana memanfaatkan pasar. Kita sudah komunikasi dengan para kadis yang membidangi perdagangan di beberapa daerah di Indonesia, menanyakan bagaimana memanfaatkan pasar," pungkasnya.(*)
